Halo Penyelamat Kukang! Tahukah kamu, setiap tanggal 13 September diperingati sebagai Hari Kukang Sedunia? Peringatan ini diusung pertama kali sejak tahun 2007, lho! Tanggal ini ditetapkan sebagai hari kukang berdasarkan meningkatnya status perlindungan kukang (Nycticebus sp.) di CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) dari Appendix II ke Appendix I. Ini momen yang penting untuk kita semua agar lebih peduli terhadap primata mungil yang satu ini.
Kukang merupakan satwa nokturnal, yaitu satwa yang aktif di malam hari. Primata ini memiliki tubuh mungil dan dijuluki sebagai satwa yang bergerak lambat, dengan ciri khas matanya yang bulat nan menyala. Sayangnya, keunikan yang dimilikinya justru jadi alasan orang tak bertanggungjawab untuk memburu dan memeliharanya. Padahal, kukang adalah satwa liar yang dilindungi dan seharusnya hidup di alam bebas.
Selain pemeliharaan, perdagangan ilegal dan rusaknya hutan membuat banyak kukang kehilangan habitatnya. Sayangnya, angka perburuan dan perdagangan kukang masih ada dan berlanjut dari tahun ke tahun. Menurut data YIARI, dalam kurun waktu 2012 hingga 2022 lebih dari 4.100 individu kukang terdeteksi diperdagangkan secara daring.
Kondisi ini menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan kukang di alam bebas. Kukang yang menjadi korban perdagangan, pemeliharaan, penyitaan, serta kehilangan habitat, masih memiliki kesempatan kedua untuk kembali ke alam lho, Penyelamat Kukang! Yaitu dengan diselamatkan dan dibawa ke pusat rehabilitasi.
Kukang dan Hutan

Kukang dan hutan memiliki keterikatan yang tidak bisa dipisahkan. Kukang butuh hutan sebagai tempat tinggal, mencari makan, dan ruang hidup yang aman. Sebaliknya pun begitu, hutan juga membutuhkan kukang. Di alam liar, kukang bukan sekadar satwa menggemaskan, mereka adalah “penjaga malam hutan” yang menjaga keseimbangan ekosistem.
Melalui buah-buahan dan nektar yang mereka makan, kukang ikut menebarkan biji, membantu meregenerasi hutan, mengendalikan serangga, hingga menjaga rantai makanan agar tetap berjalan. Peneliti menyebutkan, kukang jawa (Nycticebus javanicus) berperan membantu penyerbukan tumbuhan berbunga, seperti pada bunga kaliandra di hutan. Artinya, peran kukang tidak hanya menjaga rantai makanan tetap berjalan, tapi juga ikut memastikan hutan terus hidup dan lestari.
Baca Juga: 5 Jenis Bunga Ini Penghasil Nektar Makanan Kukang
Rehabilitasi: Jalan Pulang untuk Kukang

Rehabilitasi menjadi jalan bagi kukang untuk bisa kembali hidup bebas di alam liar. Namun, perlu digaris bawahi, tujuan akhir dari upaya rehabilitasi adalah mempersiapkan mereka untuk kembali ke habitatnya. Bukan memperbanyak jumlah atau mengembangbiakan mereka selama direhabilitasi.
Jalan menuju kebebasan pun tidaklah mudah bagi kukang, ketika diselamatkan mereka akan melewati berbagai proses, mulai dari pemeriksaan medis, karantina, perawatan hingga pulih, pelatihan insting di kandang rehabilitasi, adaptasi di kandang habituasi, hingga akhirnya dilepasliarkan kembali ke hutan.

Banyak kukang yang tiba di pusat rehabilitasi dengan kondisi menyedihkan hingga kehilangan naluri liarnya. Di sinilah peran enrichment menjadi sangat penting. Enrichment atau pengayaan ini adalah “wadah belajar” pada pemberian pakan untuk kukang, berupa simulasi agar mereka kembali terbiasa berperilaku alami atau liar. Misalnya, makanan diinovasikan ke dalam pipa bambu atau daun pisang, tujuannya agar kukang belajar mencari makan sendiri di malam hari. Ada juga inovasi unik seperti angpau insect, berupa serangga yang dimasukkan ke dalam angpau untuk merangsang naluri berburu mereka.

Lewat proses panjang ini, kukang bukan hanya dipulihkan secara fisik, tapi juga disiapkan secara mental dan perilakunya, agar benar-benar siap kembali ke hutan. Seperti kisah seekor kukang jawa bernama Anoda, yang dulu hampir kehilangan hidup akibat sengatan listrik, dengan kondisi harapan hidup yang sangat kecil. Tapi berkat perawatan penuh dari tim YIARI, ia berhasil pulih dan mendapatkan kesempatan kedua untuk hidup di alam. Kini Anoda sudah kembali bebas di hutan Taman Nasional Ujung Kulon.

Apa yang Bisa Kita Lakukan?
Penyelamat Kukang! kita semua juga bisa ikut bantu melestarikan kukang, loh, mulai dari hal kecil, seperti:
- Tidak pelihara kukang
- Tidak ikut menyebarkan luaskan video pelihara kukang di media sosial
- Dukung organisasi konservasi
- Suarakan pentingnya pelestarian satwa liar dan hutan
Kami percaya, menyelamatkan kukang berarti menyelamatkan hutan. Kukang butuh hutan sebagai habitat, dan hutan juga butuh kukang untuk tetap seimbang. Itu sebabnya, selain merawat kukang di pusat rehabilitasi, bekerja sama dengan masyarakat melalui edukasi, penanaman pohon pakan, serta kampanye publik menjadi bentuk penyelamatan kukang.
Memulihkan kukang berarti memulihkan hutan. Hutan yang tersenyum akan kembali memberi kita air bersih, udara segar, dan kehidupan yang seimbang. Jadi, yuk ambil langkahmu dari sekarang!





