Skip to content

Menu

  • MADU

untuk Kukang

document.addEventListener('DOMContentLoaded', function() { jQuery(function($){ var mywindow = $(window); var mypos = mywindow.scrollTop(); mywindow.scroll(function() { if (mypos > 40) { if(mywindow.scrollTop() > mypos) { $('#stickyheaders').addClass('headerup'); } else { $('#stickyheaders').removeClass('headerup'); } } mypos = mywindow.scrollTop(); }); }); }); #stickyheaders{ -webkit-transition: transform 0.34s ease; transition : transform 0.34s ease; } .headerup{ transform: translateY(-110px); /*adjust this value to the height of your header*/ }

Bagaimana Penentuan Satwa Masuk Daftar Kategori Paling Terancam?

  • Fitri Adzan Ramadhani
  • 16 Oct 2025
  • Campaign

Setelah kita sempat membahas mengenai Primates in Peril, Upaya Konservasionis Selamatkan Primata, kali ini kita akan lebih dalam membahas faktor dan upaya bagaimana daftar satwa paling terancam di dunia ditentukan. Sebelumnya sudah kah kamu tahu tentang daftar merah IUCN atau IUCN Red-List?

Dibentuk pada tahun 1964, The International Union for Conservation of Nature’s Red List of Threatened Species (Daftar Merah Spesies Terancam milik IUCN) atau IUCN Red List merupakan daftar indikator penting bagi kesehatan keanekaragaman hayati dunia.

Daftar ini juga menyediakan informasi mengenai persebaran, ukuran populasi, habitat dan ekologi, pemanfaatan dan/atau perdagangan, ancaman, serta tindakan konservasi yang diperlukan untuk membantu pengambilan keputusan dalam upaya pelestarian.

Daftar Kategori IUCN Red List (Sumber. iucnredlist.org)

Status keterancaman primata dapat dinilai dari berbagai aspek, seperti sebaran, jumlah populasi, ancaman habitat dan lainnya. IUCN atau International Union for Conservation of Nature merupakan jaringan global yang mewadahi komunikasi dan kerjasama antar pemangku kepentingan dalam menghadapi isu konservasi secara general, khususnya status keterancaman keanekaragaman hayati di dunia.

Dalam struktur IUCN, terdapat kelompok komisi yang bernama Species Survival Commission (SSC). Komisi ini membawahi ratusan kelompok kerja yang disebut ‘Specialist Group’. Salah satunya adalah IUCN SSC Primate Specialist Group. 

Suatu jenis primata dapat dikategorikan terancam punah melalui asesmen yang dilakukan oleh IUCN. IUCN memiliki website untuk mengakses status keterancaman dari suatu spesies, meski belum semua spesies masuk ke dalam data website yang diberi nama IUCN Red List ini.

Salah satu pengurus Indonesian Species Specialist Group, Celia Nova Felicity menyatakan dalam wawancara kami, “Yang pertama perlu dicatat itu, semua species yang masuk ke IUCN Red List belum tentu terancam, yang kedua kedua, belum semua species ada di IUCN Red List. Jadi, species yang sudah masuk ke Red List  ini adalah species yang udah di assess atau dikaji”. 

Berdasarkan penjelasan Celia, proses assessment terdiri dari beberapa tahap. Di awal proses, perlu ada persiapan dokumen seperti jurnal-jurnal pendukung serta individu praktisi dari Non-Governmental Organization (NGO), peneliti, dan akademisi.

Setelah itu assessment digelar untuk berdiskusi terkait pertimbangan-pertimbangan yang berujung pada penetapan status species berdasarkan standarisasi yang telah dibuat oleh pihak IUCN. Kemudian, hasil diskusi akan di review dan akan diserahkan kepada IUCN Red List Unit yang pada akhirnya akan diperbaharui status nya di website global milik IUCN.

Status ini akan kembali di assessment berdasarkan beberapa acuan seperti status yang sudah outdated (terakhir di assessment 10 tahun lalu). Acuan lainnya adalah pertimbangan kasus seperti wabah yang menyebabkan populasi suatu spesies turun drastis di alam liar.

Para ahli primata akan menggunakan hasil penetapan status tersebut sebagai dasar pertimbangan untuk mengajukan berbagai jenis primata terancam punah untuk dimasukkan ke dalam daftar pada laporan Primates In Peril. 

Prosesnya pengajuan dan pemilihan primata paling terancam punah dilakukan setiap dua tahun sekali. Misalnya dalam pembuatan laporan Primates In Peril tahun 2025, saat International Primatological Society Congress, disela-sela waktu konferensi/kongres, kelompok takson primata tertentu akan berkumpul.

Di momen ini diskusi dihadiri banyak ahli primatologi dari seluruh dunia. Kelompok-kelompok pemerhati primata sesuai taksonnya akan membuat daftar primata, dan akan berdiskusi mengapa primata itu harus masuk ke daftar laporan Primates In Peril.

Hasil diskusinya akan diberikan pada pihak IUCN SSG Primates Specialist Group. Pihak tersebut akan mendiskusikannya kembali secara internal dan hasil pertimbangannya dipublikasi pada laporan Primates In Peril.  Harapannya setelah laporan Primates In Peril ini dipublikasi, lebih banyak perhatian pada primata yang masuk ke dalam daftar prioritas tersebut. Selain itu, diharapkan adanya call to action untuk membuat sesuatu yang dapat mengurangi ancaman dan membantu pemulihan status kritis primata. 

Mulai banyak rencana aksi sebagai tanggapan dari dipublikasikannya laporan Primates In Peril, salah satunya Action Plan Primates. IUCN bekerja sama dengan mitra-mitranya untuk menyusun dan mengimplementasikan rencana aksi konservasi (action plan) yang spesifik dan terkoordinasi. Laporan ini berfungsi sebagai landasan ilmiah yang memprioritaskan spesies-spesies primata yang paling membutuhkan perhatian. Terbitnya action plan, contohnya ‘Species Action Plan for The Conservation of Raffles Banded Langur’ menjadi bukti munculnya kesadaran untuk aksi pengembangan strategi konservasi primata.

Referensi:

https://www.iucnredlist.org/

  • iucn, iucn red list, primata

Tulisan lainnya dari

Fitri Adzan Ramadhani
Bagikan:
PrevPreviousPrimates in Peril, Upaya Konservasionis Selamatkan Primata
NextPrimata untuk Iklim, Pemulih Alami di Tengah Krisis Iklim GlobalNext

Artikel

Lainnya

Menguak Babak Baru Sampah di Kehidupan Satwa Liar

Ecohorror Memicu Kekerasan Satwa Liar? Ketakutan Ekologis Masa Kini yang Salah Kaprah

Primata untuk Iklim, Pemulih Alami di Tengah Krisis Iklim Global

Primates in Peril, Upaya Konservasionis Selamatkan Primata

5 Jenis Bunga Ini Penghasil Nektar Makanan Kukang

Pulihkan Kukang Senyumkan Hutan, Langgengkan Konservasi Kukang Melalui Rehabilitasi

Stop Kekang Kukang

Kukangku adalah gerakan kampanye dan penyadartahuan untuk pelestarian dan perlindungan kukang di Indonesia

Facebook Twitter Youtube Instagram Envelope
  • Beranda
  • Tentang Kukangku
  • Dinamika Konservasi
  • Kukang Sumatera
  • Kukang Jawa
  • Kukang Kalimantan
  • Penyerahan Sukarela
  • Temuan & Habitat Kukang
  • Lapor Kejahatan Satwa
  • Kisah Kukang
  • Kliping Berita Kukang
  • Video
  • FAQ

Didukung oleh Yayasan IAR Indonesia
Dikembangkan dan didesain oleh Rusmadipraja

© 2014 – 2026 Kukangku

Saya #PenyelamatKukang dan saya peduli terhadap kelestarian kukang di Indonesia.

Hei penyelamat kukang!
Bantu aku untuk tetap lestari di alam.

Close
Kukangku

Visi & Misi

Dinamika Konservasi Kukang

Kukang Indonesia

K. Sumatera

K. Jawa

K. Kalimantan

K. Bangka

K. Sumatera bag. Utara

K. Borneo

K. Kayan

Lapor

Pengembalian & Penyerahan Sukarela

Kejahatan Perburuan & Perdagangan

Temuan Kukang Liar & Habitat Alami

Blog

Catatan Kukangku

Kisah Kukang

Video

Kliping Berita

Edukasi

Penyerahan Sukarela

Penegakan Hukum

Penyelamatan Kukang

Pelepasliaran Kukang

Informasi

Call Center BKSDA

Daftar Satwa Dilindungi

Bantu Kukang

Donasi

Merchandise

Penyelamat Kukang

FAQ

Facebook Twitter Youtube Instagram