Pelaku Pemburu 79 Kukang Jawa Hanya Dituntut 1 Tahun Penjara

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on pocket
Share on whatsapp

Dua terdakwa pelaku pemburu Kukang jawa, Yaya (47) dan Yana (40) yang merupakan warga Desa Cibodas, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, dituntut dengan hukuman 1 tahun penjara.

Selain itu, Jaksa juga meminta agar dia didenda Rp. 10 juta subsider 3 bulan kurungan.

Tuntutan tersebut dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ade Mulyani, pada persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Majalengka, Senin (6/5/2019) kemarin.

Dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Majalengka, Senin (6/5/2019) kemarin, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ade Mulyani, menyatakan, kedua terdakwa melanggar Pasal 21 ayat (2) juncto Pasal 40 ayat (2) Undang-Undang no.5 tahun 1990, tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya, karena menyimpan satwa dilindungi dalam keadaan hidup.

“Terdakwa terbukti secara sah bersalah melakukan tindak pidana secara bersama-sama menangkap, menyimpan, memiliki, memelihara hewan yang dilindungi jenis kukang jawa,” ujar Ade, saat pembacaan tuntutan tersebut.

Setelah tuntutan dibacakan, Majelis hakim bertanya kepada kedua terdakwa tersebut. apabila mereka menyesali perbuatannya. Keduanya mengangguk dan menyatakan penyesalan telah memburu dan menyimpan satwa dilindungi tersebut.

Selanjutnya, Majelis Hakim menjadwalkan sidang putusan akan dilaksanakan, pada Minggu depan atau Senin, 13 Mei 2019.

Kasus tersebut berawal dari penangkapan kedua pelaku oleh petugas Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Majalengka, pada saat kegiatan operasi penangananan peredaran atau penertiban tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi, di Desa Cibodas, Kecamatan Majalengka, Majalengka, Januari lalu.

Pada operasi tersebut, selain berhasil mengamankan kedua terdakwa, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti sejumlah 79 ekor kukang jawa (Nycticebus javanicus) yang telah dimasukkan ke dalam 39 keranjang buah dan 1 kotak kayu.

Puluhan Primata itu dikumpulkan dari hasil perburuan liar sejak bulan November 2018 dan rencananya akan dikirim ke Shanghai, Cina melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.


Sumber berita: rri.co.id

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on pocket
Share on whatsapp

Tanya Kukangku

Kukangku adalah gerakan kampanye penyelamatan dan pelestarian kukang dari ancaman kepunahan akibat perburuan, perdagangan dan pemeliharaan.

CLOSE

1.364 orang sudah bergabung menjadi #PenyelamatKukang

Yuk gabung menjadi bagian dari penyelamat & pelestari kukang Indonesia!

CLOSE

LAPOR

CLOSE

Share to care :

Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on tumblr
Share on pocket
Share on pinterest
Share on email
Share on delicious
Share on telegram
Share on whatsapp

Lebih dari 150 individu kukang korban perburuan,  perdagangan dan eksploitasi pemelihara dirawat di Pusat Rehabilitasi  YIARI.

30% di antara mereka bernasib buruk sehingga tidak bisa kembali ke habitat alaminya. Sisa hidup mereka bergantung kepada perawatan yang diberikan pusat rehabilitasi agar sesuai dengan kesejahteraan satwa.

BANTU KUKANG INDONESIA

Donasi yang terkumpul akan membantu  konservasi kukang meliputi upaya penyelamatan, rehabilitasi, pelepasliaran dan perlindungan habitat.

CLOSE

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on whatsapp
Share on email
Share on pocket
Share on telegram

LAPOR

Pengembalian dan penyerahan sukarela kukang ke pusat rehabilitasi

Bantu kami untuk mendata lokasi sebaran habitat alami kukang

Lapor kejahatan perburuan, perdagangan, dan pemeliharaan kukang