Sebuah video di sosial media viral dan membuat geger netizen, video itu menampilkan detik-detik kukang kalimantan tersengat listrik. Melalui unggahan di Instagram @info_kukar, pada Minggu, 11 Januari 2026, peristiwa itu terjadi di wilayah Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Mulanya warga sekitar menyadari adanya pergerakan di atas kabel listrik. Warga sekitar pun segera memerhatikannya dan berdiri di dekat tiang listrik sembari menyoroti sumber pergerakan dengan kamera ponsel. Dalam video itu, terlihat semakin jelas, seekor kukang kalimantan merayap perlahan di kabel listrik bertegangan tinggi.
Tak lama berselang, kukang itu melintas pada suatu titik kabel yang menyebabkan munculnya kilatan cahaya terang. Tak hanya itu, sumber kilatan juga memunculkan percikan api yang membuat warga sekitar semakin kaget.
Percikan api itu pun berujung pada ledakan kecil yang mengakibatkan tubuh mungil kukang kalimantan terjatuh dari ketinggian dan mendarat di semak-semak di bawahnya.
Akibat ledakan itu juga, disebutkan dalam informasi unggahan aliran listrik di wilayah Loa Duri Ilir dan sekitarnya dilaporkan langsung padam.
Warga yang menyadari kukang telah terjatuh langsung bergegas menghampiri titik kukang terjatuh. Di balik semak-semak terlihat kukang ditemukan dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.
Setelah itu kukang diselamatkan ke atas jalan. Dengan kondisi kukang yang meringkuk lemas, warga mengerubungi si satwa mungil dengan khawatir dan prihatin.
Baca Juga: Ecohorror Memicu Kekerasan Satwa Liar? Ketakutan Ekologis Masa Kini yang Salah Kaprah
Spesies kukang kalimantan (Nycticebus menagensis) sebelumnya masuk ke dalam subspesies Nycticebus coucang, namun kemudian dinaikkan menjadi spesies tersendiri. Berdasarkan publikasi penelitian terbaru, ditemukan juga 2 spesies kukang baru di tanah kalimantan yaitu Kukang Borneo (N. borneanus) dan Kukang Kayan (N. kayan).
Kukang kalimantan dikategorikan sebagai Rentan (Vulnerable) karena diduga telah terjadi penurunan populasi lebih dari 30% selama tiga generasi (sekitar 21–24 tahun) di masa lalu, dan penurunan tersebut masih terus berlanjut dengan tingkat yang sama.





