Kukang Serahan Masyarakat Serang Petugas BKSDA Cirebon

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on pocket
Share on whatsapp

Petugas Resort Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Cirebon, terluka akibat terkena serangan dari kukang Jawa. Petugas yang hendak mengevakuasi, diserang hingga berdarah. Walaupun sudah dibekali sarung tangan, petugas tak bisa mengelak, saat diserang tiba-tiba. Karena terus diserang, petugas akhirnya membawa satwa liar itu beserta kandangnya.

Petugas KSDA Cirebon, awalnya mendapatkan laporan dari salah seorang warga Kelurahan Cigugur Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Diding Sunardi yang mengaku menangkap hewan liar tersebut pada Sabtu (20/4).

Warga Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Diding Sunardi mengatakan, kukang Jawa terlihat di depan rumahnya pada Sabtu (20/4) sekira pukul 18.00 WIB petang. Sebelumnya, ia merasa aneh, ketika melihat seekor binatang dengan sorotan mata yang tajam.

“Saya kaget, tiba-tiba melihat ada mata yang bersinar. Saya minta tolong ke keponakan untuk diamankan, agar binatang itu tidak berkeliaran,” ujarnya.

Setelah ditangkap, tersebut langsung dimasukan kedalam kandang supaya lebih aman. Warga juga melaporkan ke petugas KSDA Cirebon. Apalagi, hewan tersebut merupakan hewan yang dilindungi. Tak berselang lama, Ia menghubungi pihak BKSDA Jawa Barat untuk menyerahkan temuan hewan liar itu.

Sementara Kepala Resort KSDA Cirebon, Slamet Priyambada mengatakan, penanganan sementara satwa liar ini yakni dibawa ke kantor Resort KSDA Cirebon. Selanjutnya, akan dievakuasi ke kantor Bidang KSDA Wilayah III Ciamis untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan.

“Jika sudah diperiksa, kita akan rehabilitasi untuk dilepas-liarkan ke habitatnya. Kalau habitat kita lihat dulu ya, apakah di Gunung Ciremai atau kawasan konservasi lainnya,” terangnya.

Disebutkan, kukang Jawa itu tergolong sudah dewasa dengan usia sekitar 2 tahun. Biasanya, habitat hewan ini, berada di hutan-hutan sekunder atau hutan terawang.

“Status satwa ini dilindungi, kalau di kawasan Ciremai memang habitat juga. Tapi lebih banyak di kebun-kebun atau hutan yang agak terbuka, sebab sifatnya makan rayap-rayapan ataupun serangga kecil,” jelasnya.Sepintas melihat kondisi hewan yang dilindungi ini, masih terlihat sehat ditambah dengan sifat liarnya yang masih ditunjukan.

“Ini sifat liarnya masih terlihat, kalau sudah dipelihara cukup lama oleh seseorang itu lebih jinak. Sehingga nanti rehabilitasi juga tidak terlalu memakan waktu yang lama,” pungkasnya. (*)


Sumber berita : kumparan.com

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on pocket
Share on whatsapp

Tanya Kukangku

Kukangku adalah gerakan kampanye penyelamatan dan pelestarian kukang dari ancaman kepunahan akibat perburuan, perdagangan dan pemeliharaan.

CLOSE

1.364 orang sudah bergabung menjadi #PenyelamatKukang

Yuk gabung menjadi bagian dari penyelamat & pelestari kukang Indonesia!

CLOSE

LAPOR

CLOSE

Share to care :

Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on tumblr
Share on pocket
Share on pinterest
Share on email
Share on delicious
Share on telegram
Share on whatsapp

Lebih dari 150 individu kukang korban perburuan,  perdagangan dan eksploitasi pemelihara dirawat di Pusat Rehabilitasi  YIARI.

30% di antara mereka bernasib buruk sehingga tidak bisa kembali ke habitat alaminya. Sisa hidup mereka bergantung kepada perawatan yang diberikan pusat rehabilitasi agar sesuai dengan kesejahteraan satwa.

BANTU KUKANG INDONESIA

Donasi yang terkumpul akan membantu  konservasi kukang meliputi upaya penyelamatan, rehabilitasi, pelepasliaran dan perlindungan habitat.

CLOSE

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on whatsapp
Share on email
Share on pocket
Share on telegram

LAPOR

Pengembalian dan penyerahan sukarela kukang ke pusat rehabilitasi

Bantu kami untuk mendata lokasi sebaran habitat alami kukang

Lapor kejahatan perburuan, perdagangan, dan pemeliharaan kukang