BKSDA Pos Jaga Sampit Selidiki Pelaku Penjual Kukang di Facebook

kukang bksda pos jaga sampit
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on pocket
Share on whatsapp

Perdagangan satwa liar dilindungi secara daring melalui media sosial (medsos) masih terjadi. Seorang pengguna Facebook dengan akun Nofal Putra, menawarkan kucing hutan dan kukang secara terang-terangan. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit masih menyelidiki dan mencari keberadaan pemilik akun tersebut.

”Kami mendapatkan informasi ada masyarakat yang mau memperjualbelikan satwa liar dilindungi di Facebook. Kami masih mendalami kasus tersebut,” kata Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit Muriansyah, Selasa (18/8).

Muriansyah menambahkan, keberadaan kukang dan anak kucing hutan saat ini belum diketahui. Namun, untuk penyelidikan awal, diduga kuat dua satwa tersebut berada di Kecamatan Antang Kalang, Kotim.

”Belum diketahui pasti. Makanya kami terus mencoba menyelidiki keberadaan pemilik akun Facebook dan posisi dua satwa liar tersebut,” jelasnya.

Berdasarkan pantauan, pemilik akun Facebook Nofal Putra telah menghapus unggahan tersebut. Diduga kuat pemilik akun baru menyadari dua jenis satwa yang mau diperjualbelikan itu termasuk jenis satwa liar yang dilindungi undang-undang.

”Mudah-mudahan pelaku beserta satwa yang sempat diperjualbelikan itu segera ditemukan. Dua jenis satwa liar itu (kukang dan anak kucing hutan, Red) termasuk jenis satwa dilindungi,” lanjut Muriansyah.

Menurutnya, hewan itu sulit ditemukan di hutan dan sudah langka. Keduanya mempunyai peranan yang sangat penting di alam, khususnya dalam pengendalian hama dan penyakit. ”Kami mengharapkan warga yang mau menjual dua satwa liar tersebut dapat menyerahkan secara sukarela kepada petugas yang berwenang,” pungkasnya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on pocket
Share on whatsapp

Tanya Kukangku

Didukung oleh Yayasan IAR Indonesia
Dikembangkan dan didesain oleh Rusmadipraja

© 2014 - 2020 Kukangku

Kukangku adalah gerakan kampanye penyelamatan dan pelestarian kukang dari ancaman kepunahan akibat perburuan, perdagangan dan pemeliharaan.

CLOSE

1.364 orang sudah bergabung menjadi #PenyelamatKukang

Yuk gabung menjadi bagian dari penyelamat & pelestari kukang Indonesia!

CLOSE

LAPOR

CLOSE

Share to care :

Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on tumblr
Share on pocket
Share on pinterest
Share on email
Share on delicious
Share on telegram
Share on whatsapp

Lebih dari 150 individu kukang korban perburuan,  perdagangan dan eksploitasi pemelihara dirawat di Pusat Rehabilitasi  YIARI.

30% di antara mereka bernasib buruk sehingga tidak bisa kembali ke habitat alaminya. Sisa hidup mereka bergantung kepada perawatan yang diberikan pusat rehabilitasi agar sesuai dengan kesejahteraan satwa.

BANTU KUKANG INDONESIA

Donasi yang terkumpul akan membantu  konservasi kukang meliputi upaya penyelamatan, rehabilitasi, pelepasliaran dan perlindungan habitat.

CLOSE

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on whatsapp
Share on email
Share on pocket
Share on telegram

LAPOR

Pengembalian dan penyerahan sukarela kukang ke pusat rehabilitasi

Bantu kami untuk mendata lokasi sebaran habitat alami kukang

Lapor kejahatan perburuan, perdagangan, dan pemeliharaan kukang