Skip to content

Menu

  • MADU

untuk Kukang

document.addEventListener('DOMContentLoaded', function() { jQuery(function($){ var mywindow = $(window); var mypos = mywindow.scrollTop(); mywindow.scroll(function() { if (mypos > 40) { if(mywindow.scrollTop() > mypos) { $('#stickyheaders').addClass('headerup'); } else { $('#stickyheaders').removeClass('headerup'); } } mypos = mywindow.scrollTop(); }); }); }); #stickyheaders{ -webkit-transition: transform 0.34s ease; transition : transform 0.34s ease; } .headerup{ transform: translateY(-110px); /*adjust this value to the height of your header*/ }

Agar Tidak Terulang, Kasus Matinya Kukang di Resort Camar Bulan Harus Dituntaskan

  • Kukangku
  • 15 Apr 2017

Jumat pagi, 14 April 2017, Tim medis dari Yayasan International Animal Rescue Indonesia (YIARI) berupaya memberikan pertolongan pada satu individu kukang betina yang kritis. Kukang remaja tersebut mengalami diare akut. “Kemungkinan hidupnya fifty-fifty persen. Dia kekurangan gizi serta mulutnya infeksi,” ujar drh. Sulhi Aufa, koordinator tim medis YIARI di Ketapang, Kalimantan Barat.

Mulutnya infeksi karena giginya dipotong. Kukang tersebut merupakan satu dari tujuh individu yang dievakuasi dari Resort Camar Bulan, Desa Temajok, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, 13 April 2017. Tim medis memberikan norit, untuk mengatasi diare, serta prebiotik untuk membantu pemulihan pencernaanya. Tubuh kukang ini kurus dan lemah. Dia diletakkan diatas handuk kecil, sementara tim medis mengobatinya.

Keseluruhan, kondisi seluruh kukang yang dievakuasi relatif sama. Kekurangan nutrisi, mengalami stres, dan infeksi mulut. Mereka menempati kotak-kotak kayu, yang di dalamnya diberikan ranting pohon jambu beserta buahnya. Kotak-kotak dari triplek tersebut diberi lubang untuk udara.

Heribertus Suciadi, staf media YIARI Ketapang yang ikut evakuasi mengatakan, kondisi kukang-kukang di tempat wisata itu sangat menyedihkan. “Mereka berada di pohon, dekat genset yang hidup 24 jam, yang bunyinya sangat mengganggu. Lampu sorot pun menerangi pohon-pohon yang didiami kukang,” katanya.

Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Barat dan tim YIARI menggunakan masker saat mengevakuasi. Selain menghindari penularan penyakit, bau busuk tiga kukang yang menjadi bangkai masih kental tercium. “Bangkai-bangkai itu masih di pohon saat tim evakuasi datang. Jadi, pohonnya digoyang agar jatuh,” tambahnya.

Informasi dari masyarakat menyebutkan, kukang yang diperlihara di Resort Camar Bulan ada 17 individu. Namun hanya 10 yang dijumpai di lokasi, tiga diantaranya mati. NN Setiawan, pelajar yang berada di lokasi, tidak mengetahui keberadaan kukang lainnya. Dia merupakan penjaga tempat peristirahatan tersebut.

Taufikurohman, wakil koordinator tim evakuasi tumbuhan dan satwa dilindungi mengatakan, tim hanya menemukan 10 individu kukang. “Tiga kukang mati, bukan saat dievakuasi. Rasa duka melihat kondisi ini.”

pemeriksaan kukang camar bulan

Tim harus menempuh perjalanan ratusan kilometer, lebih dari sepuluh jam perjalanan darat. Sekitar pukul 23.00 WIB, tim tiba di Kota Pontianak. Setelah beristirahat beberapa saat, kukang-kukang sitaan bersama satu individu orangutan yang juga dievakuasi dari warga, bertolak ke Kabupaten Ketapang. Waktu tempuh ke Ketapang, sekitar 12 jam perjalanan.

Taufik mengatakan, pemeliharaan kukang di tempat wisata itu bersifat pribadi. Pasalnya, tempat usaha wisata itu tidak memiliki izin sebagai ex situ(pemeliharaan satwa di luar habitat alaminya. Ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi oleh perorangan atau lembaga untuk dapat menjadi tempat konservasi ex situ. Seperti adanya klinik, lokasi pemeliharaan, dan pakan alami satwa. “Termasuk izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” tambahnya.

Selain tujuh kukang dari Camar Bulan, di kandang transit juga terdapat dua kukang hasil penyerahan warga di Jalan Pancasilan Kota Pontianak dan daerah Kuala Dua, Kabupaten Kubu Raya. Kedua kukang tersebut menempati kandang berteralis. Kondisinya cukup sehat, walau mengalami malnutrisi karena diberi makan yang tidak sesuai pakan alaminya.

bangkai kukang camar bulan

Penegakan hukum

Meski pemeliharaan belasan satwa dilindungi tersebut menyebabkan kematian, BKSDA Kalimantan Barat masih mengedepankan tindakan persuasif dan preventif, terhadap pemilik Resort Camar Bulan. “Mungkin saja warga tidak mengetahui bahwa (kukang) itu satwa dilindungi. Terhadap pemilik satwa dilindungi, kami juga melakukan penyadartahuan,” kata Taufik lagi.

Namun, atas intruksi Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Margo Utomo, Taufik menyatakan BKSDA akan mendalami motif pemeliharaan satwa tersebut. “Jika hasil pemeriksaan memerlukan tindakan pemanggilan pemilik tempat usaha, akan kita lakukan,” ujarnya.

Tindakan persuasif dilakukan, agar masyarakat yang melihat pemberitaan di media tergerak menyerahkan satwa peliharaannya, sukarela. “Bahkan, BKSDA memberikan reward berupa piagam bagi warga yang mau menyerahkannya.”

Terpisah, Wakil Bupati Kabupaten Sambas, Hairiah, mendukung evakuasi satwa dilindungi dari tempat usaha wisata. “Seharusnya, pemilik usaha lebih paham bahwa kukang merupakan satwa dilindungi undang-undang. Tinjauan berbagai aspek dalam menjalankan bisnis seharusnya dilakukan.”

Adanya pemeliharaan ilegal satwa dilindungi, menurut Hairiah, merupakan hal merugikan kampanye konservasi yang dilakukan pemerintah daerah bersama organisasi sipil kemasyarakat. Terlebih, menyebabkan kematian.

“Pemda mendukung BKSDA melakukan penyelamatan kukang dan satwa lain yang dilindungi, juga penegakkan hukumnya. Kita imbau, pengusaha tidak melakukan eksploitasi hewan dilindungi untuk menarik wisatawan.”

Dia mengimbau, masyarakat Sambas yang memelihara satwa dilindungi agar segera menyerahkan sukarela ke BKSDA. Masyarakat harus menyadari, keberadaan satwa di habitat aslinya sangat penting menjaga keseimbangan alam. “Pemerintah Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, mencanangkan penyu sebagai ikon wisata. Penyu diusulkan karena ada pantai penelurannya, membentang di pesisir Kecamatan Paloh hingga perbatasan Malaysia di Tanjung Datuk.”

kukang kalimantan yang berhasil diselamatkan

Kawasan wisata

Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, merupakan salah satu destinasi wisata di Kabupaten Sambas. Desa ini merupakan memiliki pantai yang merupakan bagian dari peneluran penyu. Sambas pun menjadikan penyu sebagai ikon pariwisata mereka.

Pesisir pantai sepanjang 63 kilometer tersebut merupakan pantai peneluran terpanjang kedua di dunia. “Pemerintah kabupaten mendorong upaya ekowisata di kawasan ini. Maka, flora dan fauna endemiknya harus dijaga,” kata Hairiah. Khusus untuk spesies penyu, pemerintah kabupaten bersama WWF Indonesia Kalimantan Barat membangun sebuah upaya konservasi bersama dengan kegiatan bertajuk Festival Paloh. “Masyarakat memamerkan makanan dan minuman lokal, hasil kerajinan tangan, juga kebudayaan. Peraturan daerah mengenai konservasi penyu di Paloh tengah disusun.”

Paloh juga memiliki ekosistem mangrove yang indah di Dusun Setinggak. Warga membangun gertak atau jalan dari papan sepanjang 700 meter, agar wisatawan dapat menikmati hutan tersebut. Pengunjung dapat menyaksikan bekantan, sementara warga membuka lapak, menjual makanan dan minuman olahan buah mangrove.


Sumber berita : mongabay.co.id

  • Penegakan Hukum
  • kukang kalimantan, penegakan hukum, resort camar bulan

Tulisan lainnya dari

Kukangku
Bagikan:
PrevPreviousMenyedihkan, Tiga Individu Kukang Jadi Bangkai di Resort Wisata Camar Bulan
NextSPORC Amankan Pedagang Satwa Langka Online di BengkayangNext

Artikel

Lainnya

Kolaborasi Pelepasliaran Elang Brontok dan Kukang Jawa di Suaka Margasatwa Cikepuh, Sukabumi

Kukang tersengat listrik di Kutai Kartanegara

Mengagetkan! Seekor Kukang Kalimantan Tersengat Listrik di Kutai Kartanegara

Pos WMK Rancah Ciamis telah menerima penyerahan seekor kukang dari warga.

Masuk Lingkungan Sekolah, Warga Rancah Ciamis Serahkan Kukang Pos WMK

Terbongkar! Remaja 16 Tahun Terlibat Perdagangan Ilegal Satwa Liar di Batang, Jawa Tengah

Kukang dan Lutung Diserahkan ke BKSDA Ciamis oleh Damkar Banjar

Warga Kebumen Jalani Sidang Setelah Jual Satwa Dilindungi

Stop Kekang Kukang

Kukangku adalah gerakan kampanye dan penyadartahuan untuk pelestarian dan perlindungan kukang di Indonesia

Facebook Twitter Youtube Instagram Envelope
  • Beranda
  • Tentang Kukangku
  • Dinamika Konservasi
  • Kukang Sumatera
  • Kukang Jawa
  • Kukang Kalimantan
  • Penyerahan Sukarela
  • Temuan & Habitat Kukang
  • Lapor Kejahatan Satwa
  • Kisah Kukang
  • Kliping Berita Kukang
  • Video
  • FAQ

Didukung oleh Yayasan IAR Indonesia
Dikembangkan dan didesain oleh Rusmadipraja

© 2014 – 2026 Kukangku

Saya #PenyelamatKukang dan saya peduli terhadap kelestarian kukang di Indonesia.

Hei penyelamat kukang!
Bantu aku untuk tetap lestari di alam.

Close
Kukangku

Visi & Misi

Dinamika Konservasi Kukang

Kukang Indonesia

K. Sumatera

K. Jawa

K. Kalimantan

K. Bangka

K. Sumatera bag. Utara

K. Borneo

K. Kayan

Lapor

Pengembalian & Penyerahan Sukarela

Kejahatan Perburuan & Perdagangan

Temuan Kukang Liar & Habitat Alami

Blog

Catatan Kukangku

Kisah Kukang

Video

Kliping Berita

Edukasi

Penyerahan Sukarela

Penegakan Hukum

Penyelamatan Kukang

Pelepasliaran Kukang

Informasi

Call Center BKSDA

Daftar Satwa Dilindungi

Bantu Kukang

Donasi

Merchandise

Penyelamat Kukang

FAQ

Facebook Twitter Youtube Instagram