Skip to content

Menu

  • MADU

untuk Kukang

document.addEventListener('DOMContentLoaded', function() { jQuery(function($){ var mywindow = $(window); var mypos = mywindow.scrollTop(); mywindow.scroll(function() { if (mypos > 40) { if(mywindow.scrollTop() > mypos) { $('#stickyheaders').addClass('headerup'); } else { $('#stickyheaders').removeClass('headerup'); } } mypos = mywindow.scrollTop(); }); }); }); #stickyheaders{ -webkit-transition: transform 0.34s ease; transition : transform 0.34s ease; } .headerup{ transform: translateY(-110px); /*adjust this value to the height of your header*/ }

Wow, Kukang Dapat Mendengar Suara Ultrasonik!

  • Fathia Rosatika
  • 7 Jun 2022
  • Campaign

#PenyelamatKukang pernah denger suara kukang gak? Kalau belum, suara kukang memiliki karakter melengking tinggi, loh! Namun, selain suara tersebut, kukang juga bisa mendengarkan serta mengeluarkan suara ultrasonik.

Sebenarnya, apa sih suara ultrasonik itu?

Teman-teman #PenyelamatKukang tahu gak kalau frekuensi suara terbagi menjadi 3 kategori? Kategori tersebut yaitu infrasonik (1 Hz  –  20 Hz), audiosonik (20 Hz  –  20.000 Hz) dan ultrasonik ( > 20.000 Hz). Ultrasonik merupakan suara atau getaran dengan frekuensi sangat tinggi, bahkan melampaui kemampuan mendengar manusia yang berada pada tingkat frekuensi suara audiosonik. 

Hanya sedikit primata yang menggunakan vokalisasi ultrasonik untuk berkomunikasi, diantaranya tarsius, monyet marmoset (Callithrix), marmoset kecil (Cebuella), lemur kerdil (Cheirogaleus), galago (Galago), lemur tikus (Microcebus), lemur bambu besar (Prolemur), tarsius bangka (Cephalopachus bancanus) dan kukang (Nycticebus)!. Berdasarkan penelitian Geerah, dkk. secara umum ada empat fungsi utama vokalisasi ultrasonik pada hewan, yaitu ekolokasi, menunjukkan status reproduksi dan adanya sumber daya, kohesi sosial, dan upaya menghindari predator (kripsis).

Kukang (Nycticebus spp.) merupakan primata nokturnal dengan vokalisasi ultrasonik. Awalnya, vokalisasi ini terdeteksi di penangkaran. Kukang mengeluarkan berbagai panggilan sonik dalam saat mempertahankan wilayahnya atau selama kontak saat mereka remaja. Bayi kukang juga pernah terekam mengeluarkan panggilan yang berpotensi sebagai panggilan ultrasonik murni selama masa bahaya dan saat bayi “menjelajah” lingkungan mereka.

Baca juga : Meski Lambat, Kukang Bisa Jelajah Hutan Hingga 1 Kilometer

Memang, seberapa besar sih frekuensi ultrasonik yang bisa dikeluarkan kukang?

Hasil penelitian menunjukkan kalau kukang jawa (Nycticebus javanicus) dapat menangkap serta menghasilkan suara ultrasonik dengan sensitivitas 46 kHz. Panggilan ultrasonik murni yang dihasilkan N. javanicus memiliki rentang frekuensi (bandwidth) 22,66 – 62,02 kHz. Vokalisasi ultrasonik yang disebut dengan panggilan klik ganda (doublet click call). Suara dengan frekuensi setinggi ini tidak dapat didengar manusia. 

Fungsinya ultrasonik ini memang untuk apa, ya?

Suara ini digunakan kukang untuk berkomunikasi antara sesamanya, serta membantu kukang untuk mendeteksi serangga ultrasonik pada malam yang gelap. Suara ini akan menguntungkan kukang yang hidup pada lingkungan yang ramai dengan suara frekuensi rendah, seperti suara serangga hutan dan hujan.

Suara ini dihasilkan sendiri atau ramai-ramai, ya?

Bisa keduanya! Panggilan tersebut dipancarkan oleh kedua jenis kelamin dan berasal dari kukang remaja, sub-dewasa, dan kukang dewasa dalam kelompok sosial. Panggilan dapat dipancarkan oleh satu individu atau hingga empat individu yang tampak sebaga panggilan atau sebagai bentuk tanggapan untuk satu sama lain. Panggilan atau suara yang terdengar dinyanyikan secara berpasangan, trio, bahkan kuartet saling melakukan panggilan balasan.

Referensi:

(1) Geerah DR, O’Hagan RP, Wirdateti W, Nekaris. The Use of Ultrasonic Communication to Maintain Social Cohesion in the Javan Slow Loris (Nycticebus javanicus). Folia Primatol (Basel). 2019;90(5):392-403. doi: 10.1159/000495077. Epub 2019 Aug 15. PMID: 31416069. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/31416069/

(2) https://www.nocturama.org/en/ultrasound-use-wild-lorises/

(3) https://www.academia.edu/7867099/Primate_communication_in_the_pure_ultrasound

  • edukasi, kukang jawa, ultrasonik

Tulisan lainnya dari

Fathia Rosatika
Bagikan:
PrevPreviousMeski Lambat, Kukang Bisa Jelajah Hutan Hingga 1 Kilometer
NextMengenal Tepus, Tumbuhan Tepi Sungai Yang Disukai KukangNext

Artikel

Lainnya

Menguak Babak Baru Sampah di Kehidupan Satwa Liar

Ecohorror Memicu Kekerasan Satwa Liar? Ketakutan Ekologis Masa Kini yang Salah Kaprah

Primata untuk Iklim, Pemulih Alami di Tengah Krisis Iklim Global

Bagaimana Penentuan Satwa Masuk Daftar Kategori Paling Terancam?

Primates in Peril, Upaya Konservasionis Selamatkan Primata

5 Jenis Bunga Ini Penghasil Nektar Makanan Kukang

Stop Kekang Kukang

Kukangku adalah gerakan kampanye dan penyadartahuan untuk pelestarian dan perlindungan kukang di Indonesia

Facebook Twitter Youtube Instagram Envelope
  • Beranda
  • Tentang Kukangku
  • Dinamika Konservasi
  • Kukang Sumatera
  • Kukang Jawa
  • Kukang Kalimantan
  • Penyerahan Sukarela
  • Temuan & Habitat Kukang
  • Lapor Kejahatan Satwa
  • Kisah Kukang
  • Kliping Berita Kukang
  • Video
  • FAQ

Didukung oleh Yayasan IAR Indonesia
Dikembangkan dan didesain oleh Rusmadipraja

© 2014 – 2026 Kukangku

Saya #PenyelamatKukang dan saya peduli terhadap kelestarian kukang di Indonesia.

Hei penyelamat kukang!
Bantu aku untuk tetap lestari di alam.

Close
Kukangku

Visi & Misi

Dinamika Konservasi Kukang

Kukang Indonesia

K. Sumatera

K. Jawa

K. Kalimantan

K. Bangka

K. Sumatera bag. Utara

K. Borneo

K. Kayan

Lapor

Pengembalian & Penyerahan Sukarela

Kejahatan Perburuan & Perdagangan

Temuan Kukang Liar & Habitat Alami

Blog

Catatan Kukangku

Kisah Kukang

Video

Kliping Berita

Edukasi

Penyerahan Sukarela

Penegakan Hukum

Penyelamatan Kukang

Pelepasliaran Kukang

Informasi

Call Center BKSDA

Daftar Satwa Dilindungi

Bantu Kukang

Donasi

Merchandise

Penyelamat Kukang

FAQ

Facebook Twitter Youtube Instagram