Skip to content

Menu

  • MADU

untuk Kukang

document.addEventListener('DOMContentLoaded', function() { jQuery(function($){ var mywindow = $(window); var mypos = mywindow.scrollTop(); mywindow.scroll(function() { if (mypos > 40) { if(mywindow.scrollTop() > mypos) { $('#stickyheaders').addClass('headerup'); } else { $('#stickyheaders').removeClass('headerup'); } } mypos = mywindow.scrollTop(); }); }); }); #stickyheaders{ -webkit-transition: transform 0.34s ease; transition : transform 0.34s ease; } .headerup{ transform: translateY(-110px); /*adjust this value to the height of your header*/ }

Peneliti : Kukang Jawa Diperkirakan Punah Di Tahun 2050

  • Kukangku
  • 3 Nov 2021
  • Campaign
kukang jawa

Kukang jawa (Nycticebus javanicus) diperkirakan akan punah di tahun 2050 karena perubahan iklim. Selain kukang, satwa endemik lain seperti orangutan sumatera (Pongo abelii) juga diperkirakan akan hilang dari muka bumi.

Hal ini disampaikan oleh Dosen Institut Pertanian Bogor (IPB), Mirza D Kusrini dalam diskusi virtual pembuka WECMIC 2021 bertajuk Urgensi Konservasi Satwa Liar dalam Diskusi Perubahan Iklim Global di Jakarta, pada Senin (1/11/2021) seperti dilansir dari ANTARA

“Penelitian menunjukkan kepada kita bahwa sekitar 30 spesies primata di Indonesia kemungkinan akan punah pada tahun 2050. Ini sangat tidak bagus,” ujarnya.

Menurutnya, dalam penelitian yang dilakukan oleh Condro, dkk dalam artikel “Predicting Hotspots and Prioritizing Protected Areas for Endangered Primate Species in Indonesia under Changing Climate”, disebutkan bahwa sebagian besar kelompok primata di Indonesia rentan kepunahan pada tahun 2050, seperti kukang jawa.

Baca juga : Kasus Anjing Canon dan Pentingnya Animal Welfare

Dalam artikel itu disebutkan Indonesia sebagai kawasan megabiodiversitas memiliki keanekaragaman primate yang cukup tinggi. Sebanyak 86% primata yang hidup di kawasan Indonesia memiliki potensi punah karena perubahan iklim dan pemanasan global.

Perubahan iklim berperan dalam pengurangan distribusi primata di wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Degradasi habitat yang disebabkan oleh perubahan iklim akan menjadi salah satu masalah konservasi primate di masa depan. Perubahan iklim dan habitat memberikan efek buruk pada kehidupan satwa liar – berpotensi pada kepunahan mereka.

Sebanyak 72% dan 68% kelompok monyet dunia lama (Cercopithecidae) diperkirakan punah. Selain itu, 75% dari kelompok Tarsidae, serta 50% dan 63% kelompok owa (Hylobatidae) juga diperkirakan akan punah.

Dengan kondisi tersebut, restorasi habitat primata harus menjadi prioritas konservasi ke depannya. Hal ini untuk mengurangi potensi perubahan habitat karena perubahan iklim di masa depan.

“Perubahan iklim tidak hanya berdampak pada spesies karismatik, tapi juga satwa liar lain,” ujar Mirza.

Baca juga : Lindungi dan Sayangi Kukang di Hari Hak Asasi Hewan

Sementara, Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Sigit Sunarta mendorong Peningkatan penelitian dan upaya strategis untuk menyelamatkan satwa liar dari dampak perubahan iklim.

“Penelitian terkait satwa liar di Indonesia harus diarahkan untuk menemukan cara yang tepat untuk mengurangi dampak terburuk dari perubahan iklim yang akan dihadapi oleh satwa liar,” ujarnya dalam diskusi virtual pembuka WECMIC 2021.

Oleh karena itu, perlu meningkatkan penelitian dan melakukan upaya-upaya strategis bersama untuk menyelamatkan satwa liar dari dampak perubahan iklim dan mengatasi dampak perubahan iklim.

Referensi:

1. Condro, A.A.; Prasetyo, L.B.; Rushayati, S.B.; Santikayasa, I.P.; Iskandar, E. Predicting Hotspots and Prioritizing Protected Areas for Endangered Primate Species in Indonesia under Changing Climate. Biology 2021, 10, 154. https://doi.org/ 10.3390/biology10020154

2. Antara

3. Antara

  • pemanasan global, perubahan iklim, wecmic 2021

Tulisan lainnya dari

Kukangku
Bagikan:
PrevPreviousKasus Anjing Canon dan Pentingnya Animal Welfare
NextTau Gak Sih? Anak Kukang Belajar Bela Diri Dengan BermainNext

Artikel

Lainnya

Menguak Babak Baru Sampah di Kehidupan Satwa Liar

Ecohorror Memicu Kekerasan Satwa Liar? Ketakutan Ekologis Masa Kini yang Salah Kaprah

Primata untuk Iklim, Pemulih Alami di Tengah Krisis Iklim Global

Bagaimana Penentuan Satwa Masuk Daftar Kategori Paling Terancam?

Primates in Peril, Upaya Konservasionis Selamatkan Primata

5 Jenis Bunga Ini Penghasil Nektar Makanan Kukang

Stop Kekang Kukang

Kukangku adalah gerakan kampanye dan penyadartahuan untuk pelestarian dan perlindungan kukang di Indonesia

Facebook Twitter Youtube Instagram Envelope
  • Beranda
  • Tentang Kukangku
  • Dinamika Konservasi
  • Kukang Sumatera
  • Kukang Jawa
  • Kukang Kalimantan
  • Penyerahan Sukarela
  • Temuan & Habitat Kukang
  • Lapor Kejahatan Satwa
  • Kisah Kukang
  • Kliping Berita Kukang
  • Video
  • FAQ

Didukung oleh Yayasan IAR Indonesia
Dikembangkan dan didesain oleh Rusmadipraja

© 2014 – 2026 Kukangku

Saya #PenyelamatKukang dan saya peduli terhadap kelestarian kukang di Indonesia.

Hei penyelamat kukang!
Bantu aku untuk tetap lestari di alam.

Close
Kukangku

Visi & Misi

Dinamika Konservasi Kukang

Kukang Indonesia

K. Sumatera

K. Jawa

K. Kalimantan

K. Bangka

K. Sumatera bag. Utara

K. Borneo

K. Kayan

Lapor

Pengembalian & Penyerahan Sukarela

Kejahatan Perburuan & Perdagangan

Temuan Kukang Liar & Habitat Alami

Blog

Catatan Kukangku

Kisah Kukang

Video

Kliping Berita

Edukasi

Penyerahan Sukarela

Penegakan Hukum

Penyelamatan Kukang

Pelepasliaran Kukang

Informasi

Call Center BKSDA

Daftar Satwa Dilindungi

Bantu Kukang

Donasi

Merchandise

Penyelamat Kukang

FAQ

Facebook Twitter Youtube Instagram