Skip to content

Menu

  • MADU

untuk Kukang

document.addEventListener('DOMContentLoaded', function() { jQuery(function($){ var mywindow = $(window); var mypos = mywindow.scrollTop(); mywindow.scroll(function() { if (mypos > 40) { if(mywindow.scrollTop() > mypos) { $('#stickyheaders').addClass('headerup'); } else { $('#stickyheaders').removeClass('headerup'); } } mypos = mywindow.scrollTop(); }); }); }); #stickyheaders{ -webkit-transition: transform 0.34s ease; transition : transform 0.34s ease; } .headerup{ transform: translateY(-110px); /*adjust this value to the height of your header*/ }

IAR Indonesia Ingatkan Bahaya Senapan Angin

  • Kukangku
  • 4 Feb 2019
  • Campaign
bahaya senapan angin

Yayasan Internasional Animal Rescue (IAR) Indonesia mengingatkan bahaya penggunaan senapan angin bagi satwa yang dilindungi seperti primata. Hal itu disampaikan IAR Indonesia saat kegiatan sosialisasi tentang pentingnya satwa dilindungi, Minggu (03/02/2019), bertempat di Taman Hutan Kota Ciamis.

Perwakilan IAR Indonesia, Agung Ismail, Minggu (03/02/2019), mengungkapkan, pihaknya menemukan 3 sampai 5 butir peluru senapan angin pada tubuh sejumlah Kukang Jawa yang masuk rescue center.

Menurut Agung, senapan angin sebenarnya hanya digunakan di lokasi berizin dan untuk kegiatan olahraga. Kepemilikan senapan angin pun, harus seizin organisasi Perbakin dan Kepolisian.

“Sayangnya, senapan angin begitu mudah diperoleh dan dimiliki masyarakat. Apalagi, target sasaran tembaknya, satwa yang dilindungi,” ucapnya.

Selain untuk peliharaan, Agung menuturkan, pihaknya menduga perburuan primata jenis kukang Jawa juga dilakukan untuk kepentingan pembuatan obat-obatan. Dia menegaskan bahwa hal itu merupakan tindakan ilegal.

Agung juga menyebutkan, baru-baru ini Kepolisian Resort (Polres) Majalengka berhasil mengungkap upaya penjualan 79 ekor Kukang yang akan dikirim ke Surabaya kemudian diekspor ke Shanghai. (Deni/R4/HR-Online)


Sumber berita : harapanrakyat.com

  • ciamis, hari primata, iar indonesia, kukang jawa, senapan angin

Tulisan lainnya dari

Kukangku
Bagikan:
PrevPreviousHari Primata Indonesia 2019
NextChina Terapkan Kebijakan Larangan Perdagangan Satwa Liar Karena Covid-19, Bagaimana Dengan Indonesia?Next

Artikel

Lainnya

Primata untuk Iklim, Pemulih Alami di Tengah Krisis Iklim Global

Bagaimana Penentuan Satwa Masuk Daftar Kategori Paling Terancam?

Primates in Peril, Upaya Konservasionis Selamatkan Primata

5 Jenis Bunga Ini Penghasil Nektar Makanan Kukang

Pulihkan Kukang Senyumkan Hutan, Langgengkan Konservasi Kukang Melalui Rehabilitasi

Sambut HKAN, 8 Kukang Jawa Ditranslokasi ke Taman Nasional Ujung Kulon

Stop Kekang Kukang

Kukangku adalah gerakan kampanye dan penyadartahuan untuk pelestarian dan perlindungan kukang di Indonesia

Facebook Twitter Youtube Instagram Envelope
  • Beranda
  • Tentang Kukangku
  • Dinamika Konservasi
  • Kukang Sumatera
  • Kukang Jawa
  • Kukang Kalimantan
  • Penyerahan Sukarela
  • Temuan & Habitat Kukang
  • Lapor Kejahatan Satwa
  • Kisah Kukang
  • Kliping Berita Kukang
  • Video
  • FAQ

Didukung oleh Yayasan IAR Indonesia
Dikembangkan dan didesain oleh Rusmadipraja

© 2014 – 2026 Kukangku

Saya #PenyelamatKukang dan saya peduli terhadap kelestarian kukang di Indonesia.

Hei penyelamat kukang!
Bantu aku untuk tetap lestari di alam.

Close
Kukangku

Visi & Misi

Dinamika Konservasi Kukang

Kukang Indonesia

K. Sumatera

K. Jawa

K. Kalimantan

K. Bangka

K. Sumatera bag. Utara

K. Borneo

K. Kayan

Lapor

Pengembalian & Penyerahan Sukarela

Kejahatan Perburuan & Perdagangan

Temuan Kukang Liar & Habitat Alami

Blog

Catatan Kukangku

Kisah Kukang

Video

Kliping Berita

Edukasi

Penyerahan Sukarela

Penegakan Hukum

Penyelamatan Kukang

Pelepasliaran Kukang

Informasi

Call Center BKSDA

Daftar Satwa Dilindungi

Bantu Kukang

Donasi

Merchandise

Penyelamat Kukang

FAQ

Facebook Twitter Youtube Instagram