Skip to content

Menu

  • MADU

untuk Kukang

document.addEventListener('DOMContentLoaded', function() { jQuery(function($){ var mywindow = $(window); var mypos = mywindow.scrollTop(); mywindow.scroll(function() { if (mypos > 40) { if(mywindow.scrollTop() > mypos) { $('#stickyheaders').addClass('headerup'); } else { $('#stickyheaders').removeClass('headerup'); } } mypos = mywindow.scrollTop(); }); }); }); #stickyheaders{ -webkit-transition: transform 0.34s ease; transition : transform 0.34s ease; } .headerup{ transform: translateY(-110px); /*adjust this value to the height of your header*/ }

Demi Pertahankan Wilayah dan Keluarga, Kukang Tega Serang Sesama

  • Kukangku
  • 15 Sep 2021
  • Campaign
kukang wilayah

Umumnya, satwa tak akan menggunakan racun atau bisa untuk menyerang sesama kaumnya. Berbeda dengan perilaku kukang yang menggunakan bisa/racunnya tidak hanya pada jenis satwa lainnya, tetapi juga pada sesamanya. Uniknya, serangan ini banyak ditemukan pada hubungan antara jantan dan betina.

Dalam studi yang dipublikasikan oleh Current Biology, perilaku ini dilakukan kukang demi mempertahankan wilayah dan keluarganya. Alasannya, kukang sangat teritorial. Kukang jantan melindungi pasangannya dan betina melindungi sumber makanan dan keturunannya. 

Kukang merupakan satwa semi teritorial. Foto : Denny Setiawan/IAR Indonesia

Hal ini juga dapat terjadi saat musim kawin, kukang merupakan satwa yang pemilih. Sehingga ketika jantan mendekati betina dan merasa tidak cocok, kukang betina dapat menyerang jantan hingga keluar dari teritorialnya. Tidak seperti primata lain, seperti monyet betina yang pasrah saat diambil alih oleh jantan terkuat, kukang betina cukup kuat untuk menyerang jantan.

Diketahui, perkelahian antar sesama ini jarang ditemukan pada satwa berbisa lainnya. Penggunaan racun dalam individu dari spesies yang sama, yang dikenal sebagai kompetisi intraspesifik, sangat jarang ditemukan di dunia satwa.

Menurut penelitian, bentuk kompetisi ini hanya ditemukan pada 4 jenis satwa lainnya, seperti udang tengkorak (Caprella spp.), Anemon laut (Actinia equine), keong kerucut (Conidae) dan platipus jantan (Ornithorhynchus anatinus).

Baca juga : 30 Tahun Lagi Kukang Punah Kalau Hal Ini Masih Terjadi

“Ini memberikan bukti paling komprehensif hingga saat ini tentang bagaimana kukang jantan dan betina menggunakan gigitan berbisa mereka dalam persaingan untuk sumber daya yang terbatas, seperti wilayah atau pasangan,” ujar Ronald Jenner, ahli racun di Natural History Museum di London seperti dikutip dari Mongabay.com

Kukang jawa. Foto : Denny Setiawan/IAR Indonesia

Dari penelitian selama delapan tahun dan ratusan penangkapan, 20% dari semua kukang memiliki luka baru yang ditimbulkan oleh kukang lain. Hampir sepertiga dari kukang betina dan 57% dari kukang jantan memiliki tanda-tanda setidaknya satu luka gigitan berbisa. Luka ini berasal dari perkelahian antar sesama.

Gigitan kukang memiliki bisa dan mereka juga menggigit dengan sangat keras hingga dapat menembus kulit kayu dan tulang. Gigitan berbisa ini dapat menyebabkan nekrosis, pembusukan daging, dan meninggalkan luka yang sangat parah. 

Referensi:

Nekaris, K. A. I., Campera, M., Nijman, V., Birot, H. Rode-Margono, E. J., Fry, B. G, … Imron, M. A. (2020). Slow lorises use venom as a weapon in intraspecific competition. Current Biology, 30(20), 1252-1253. doi: 10.1016/j.cub.2020.08.084

news. mongabay.com

Tulisan lainnya dari

Kukangku
Bagikan:
PrevPrevious30 Tahun Lagi Kukang Punah Kalau Hal Ini Masih Terjadi
NextPenangkaran Kukang Untuk Komersial, Bisa Kah?Next

Artikel

Lainnya

Menguak Babak Baru Sampah di Kehidupan Satwa Liar

Ecohorror Memicu Kekerasan Satwa Liar? Ketakutan Ekologis Masa Kini yang Salah Kaprah

Primata untuk Iklim, Pemulih Alami di Tengah Krisis Iklim Global

Bagaimana Penentuan Satwa Masuk Daftar Kategori Paling Terancam?

Primates in Peril, Upaya Konservasionis Selamatkan Primata

5 Jenis Bunga Ini Penghasil Nektar Makanan Kukang

Stop Kekang Kukang

Kukangku adalah gerakan kampanye dan penyadartahuan untuk pelestarian dan perlindungan kukang di Indonesia

Facebook Twitter Youtube Instagram Envelope
  • Beranda
  • Tentang Kukangku
  • Dinamika Konservasi
  • Kukang Sumatera
  • Kukang Jawa
  • Kukang Kalimantan
  • Penyerahan Sukarela
  • Temuan & Habitat Kukang
  • Lapor Kejahatan Satwa
  • Kisah Kukang
  • Kliping Berita Kukang
  • Video
  • FAQ

Didukung oleh Yayasan IAR Indonesia
Dikembangkan dan didesain oleh Rusmadipraja

© 2014 – 2026 Kukangku

Saya #PenyelamatKukang dan saya peduli terhadap kelestarian kukang di Indonesia.

Hei penyelamat kukang!
Bantu aku untuk tetap lestari di alam.

Close
Kukangku

Visi & Misi

Dinamika Konservasi Kukang

Kukang Indonesia

K. Sumatera

K. Jawa

K. Kalimantan

K. Bangka

K. Sumatera bag. Utara

K. Borneo

K. Kayan

Lapor

Pengembalian & Penyerahan Sukarela

Kejahatan Perburuan & Perdagangan

Temuan Kukang Liar & Habitat Alami

Blog

Catatan Kukangku

Kisah Kukang

Video

Kliping Berita

Edukasi

Penyerahan Sukarela

Penegakan Hukum

Penyelamatan Kukang

Pelepasliaran Kukang

Informasi

Call Center BKSDA

Daftar Satwa Dilindungi

Bantu Kukang

Donasi

Merchandise

Penyelamat Kukang

FAQ

Facebook Twitter Youtube Instagram