Skip to content

Menu

  • MADU

untuk Kukang

document.addEventListener('DOMContentLoaded', function() { jQuery(function($){ var mywindow = $(window); var mypos = mywindow.scrollTop(); mywindow.scroll(function() { if (mypos > 40) { if(mywindow.scrollTop() > mypos) { $('#stickyheaders').addClass('headerup'); } else { $('#stickyheaders').removeClass('headerup'); } } mypos = mywindow.scrollTop(); }); }); }); #stickyheaders{ -webkit-transition: transform 0.34s ease; transition : transform 0.34s ease; } .headerup{ transform: translateY(-110px); /*adjust this value to the height of your header*/ }

Langka Sani, Dirikan Alobi Foundation Demi Selamatkan Satwa Liar

  • Kukangku
  • 26 Sep 2023
  • Campaign, Profil #Penyelamatkukang

Kepedulian terhadap satwa liar di Kepulauan Bangka dan Belitung mendorong Langka Sani mendirikan Lembaga Konservasi Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Alobi Foundation.

Seperti apa awal mulanya terbentuk yayasan penyelamatan satwa ini? Kukangku mengobrol langsung dengan pendiri Alobi di Bangka pada Kamis (13/07/2023).

Apa alasan awal mulanya terbentuk Alobi Foundation?

Lembaga konservasi PPS Alobi Foundation ini awal mulanya dibentuk di tahun 2013 dimana sebelumnya kita adalah komunitas biasa ya, komunitas penghobi. Di tahun itu, kita baru merasakan dari hobi kita, yang tentu ada karena rasa cinta kita kepada satwa liar, jadi ingin membiarkan saja mereka di alam liar. Kita lalu membuat sebuah visi misi penyelamatan satwa liar di Indonesia, yang khususnya kita awali pada satwa liar yang ada di Pulau Bangka dan Belitung.

Hingga kini, wilayah kerja kita ada di Pulau Bangka dan Belitung dan juga Sumatera bagian Selatan. 

Apa saja yang sudah dicapai oleh Alobi Foundation selama ini, khususnya dalam penyelamatan satwa?

Dari tahun 2013 sampai 2023 ini, tepatnya pada bulan Juli ini, kita telah merilis kurang lebih ada 7874 satwa liar ke habitatnya dengan melalui proses rehabilitasi di PPS Alobi Babel.

Langka Sani menerima kukang hasil serahan dari warga. Foto : Alobi Foundation

Bagaimana tantangan Alobi Foundation dalam menyelamatkan satwa, khususnya kukang bangka?

Jadi tantangan yang sebenernya adalah pada masyarakat sendiri ya. Memang dunia konservasi satwa liar di Indonesia masih sangat tabu. Pemahaman masyarakat kita sangat minim terkait satwa liar. Sehingga, kita harus menyadarkan masyarakat kita bahwa pentingnya melestarikan satwa liar itu ya membiarkan mereka di alam liar.

Baca juga : Andi Kuswandi, Damkar Siap 24/7 Evakuasi Kukang

Jangan sampai kita merubah kodrat dari satwa liar yang memang mereka mungkin diciptakan oleh tuhan yang maha esa itu untuk mempertahankan ekosistem. Misalnya, kita mengkandangkan mereka atau mengkonsumsi mereka, kita bisa bilang fungsi mereka (di alam) itu telah selesai. Kalau misalnya populasi mereka banyak di kandang, maka sudah dikatakan mereka tidak menjalankan kodrat mereka lagi untuk mempertahankan ekosistem. Sebenernya simpel aja, masyarakat merupakan ujung tombak dari kelestarian satwa liar indonesia. 

Apa hambatan terbesar dalam pelestarian satwa liar?

Hambatan terbesarnya untuk penyelamatan satwa liar oleh Alobi khususnya di Kepulauan Bangka Belitung ini ya kita rasa sudah banyak satwa liar itu sudah kehilangan habitat. Habitat itu sudah alih fungsi menjadi perkebunan, pertambangan dan segala macam. Sehingga satwa kita itu terusir dari habitat atau rumah mereka sendiri. Ini merupakan sebuah hambatan dan menjadi kendala untuk kita mempertahankan satwa liar di indonesia

Tim penyelamat satwa Alobi Foundation menyelamatkan satwa liar di Bangka Belitung. Foto : Alobi Foundation

Adakah himbauan atau pesan untuk masyarakat khususnya anak muda terkait kukang bangka?

Sebagai warga Bangka kita sangat bersyukur memiliki satwa endemik kukang sendiri yaitu Nycticebus bancanus yang tidak dimiliki daerah lain. Ini merupakan harta karun atau kekayaan yang sebenarnya kita semua berkewajiban menjaga ini untuk kita wariskan ke generasi mendatang seperti anak dan cucu kita.

Sehingga pada masa mereka nanti mereka masih bisa melihat satwa liar, khususnya kukang di alam liar Bangka Belitung.

—

Artikel profil #penyelamatkukang dibuat agar dapat menginspirasi masyarakat untuk ikut mendukung pelestarian kukang ataupun satwa liar di Indonesia. Mari bersama kita jaga habitat dan keberadaan satwa liar di alam bebas!

  • alobi, bangka, belitung, langka sani

Tulisan lainnya dari

Kukangku
Bagikan:
PrevPreviousAndi Kuswandi, Damkar Siap 24/7 Evakuasi Kukang
NextHari Primata Indonesia 2024 : Primata Kita Luar BiasaNext

Artikel

Lainnya

Bagaimana Penentuan Satwa Masuk Daftar Kategori Paling Terancam?

Primates in Peril, Upaya Konservasionis Selamatkan Primata

5 Jenis Bunga Ini Penghasil Nektar Makanan Kukang

Pulihkan Kukang Senyumkan Hutan, Langgengkan Konservasi Kukang Melalui Rehabilitasi

Sambut HKAN, 8 Kukang Jawa Ditranslokasi ke Taman Nasional Ujung Kulon

Provisioning, Dilema Budaya Kasih Makan Primata 

Stop Kekang Kukang

Kukangku adalah gerakan kampanye dan penyadartahuan untuk pelestarian dan perlindungan kukang di Indonesia

Facebook Twitter Youtube Instagram Envelope
  • Beranda
  • Tentang Kukangku
  • Dinamika Konservasi
  • Kukang Sumatera
  • Kukang Jawa
  • Kukang Kalimantan
  • Penyerahan Sukarela
  • Temuan & Habitat Kukang
  • Lapor Kejahatan Satwa
  • Kisah Kukang
  • Kliping Berita Kukang
  • Video
  • FAQ

Didukung oleh Yayasan IAR Indonesia
Dikembangkan dan didesain oleh Rusmadipraja

© 2014 – 2026 Kukangku

Saya #PenyelamatKukang dan saya peduli terhadap kelestarian kukang di Indonesia.

Hei penyelamat kukang!
Bantu aku untuk tetap lestari di alam.

Close
Kukangku

Visi & Misi

Dinamika Konservasi Kukang

Kukang Indonesia

K. Sumatera

K. Jawa

K. Kalimantan

K. Bangka

K. Sumatera bag. Utara

K. Borneo

K. Kayan

Lapor

Pengembalian & Penyerahan Sukarela

Kejahatan Perburuan & Perdagangan

Temuan Kukang Liar & Habitat Alami

Blog

Catatan Kukangku

Kisah Kukang

Video

Kliping Berita

Edukasi

Penyerahan Sukarela

Penegakan Hukum

Penyelamatan Kukang

Pelepasliaran Kukang

Informasi

Call Center BKSDA

Daftar Satwa Dilindungi

Bantu Kukang

Donasi

Merchandise

Penyelamat Kukang

FAQ

Facebook Twitter Youtube Instagram