Uluran Tangan Untuk Lintang

Seminggu lalu, Agung salah satu teman dari Kukangku mengabarkan tentang kukang liar temuan warga yang dilaporkan kepadanya. Agung yang aktif di organisasi mahasiswa Kelompok Studi Konservasi Uniku, sering kali membantu mengevakuasi dan mentranslokasi kukang yang nyasar ke rumah warga. Niat Agung sama seperti biasanya, mentranslokasi si kukang agar bisa dipindahkan ke habitat lain yang setidaknya jauh dari pemukiman dan lebih aman.

Naas, niatnya harus dibendung tatkala melihat si kukang temuan warga ternyata berada dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan. Tangan kirinya sudah lenyap. Habis dengan hanya menyisakan dua tulang putih yang menyembul keluar serta daging yang mulai tampak membusuk di sekeliling sikutnya.

Kondisi parah juga ditemukan pada jari kelingking dan jari manis di kaki kanannya. Ruas ruas tulang jari tak lagi diselimuti oleh daging, namun masih kuat untuk menggenggam benda yang ada di sekitarnya. Pemandangan yang sangat mengerikan, bahkan bau anyirnya saja begitu terasa memualkan.

Agung menamainya Lintang, sama seperti julukan yang disematkan kawan kawan kepada dirinya.

Melihat kondisi fisik Lintang yang mengenaskan, tentu ia tidak bisa dilepaskan begitu saja. Lintang butuh perawatan dokter. Dokter hewan yang mengerti tentang kukang. Agung segera berkoordinasi dengan BKSDA setempat, dengan harapan BKSDA bisa segera mengevakuasi dan membawanya ke pusat rehabilitasi seperti IAR Indonesia atau setidaknya ditangani oleh dokter hewan.

Koordinasi sempat tersendat sendat, sedangkan si Lintang entah sampai kapan bisa bertahan dengan tubuhnya yang penuh luka.

BKSDA Ciamis akhirnya mengevakuasi Lintang, dan melanjutkan koordinasi dengan IAR Indonesia agar kukang bisa segera ditangani. Beruntung, tim survey IAR masih berada di Ciamis dan mengantarnya ke pusat rehabilitasi di Bogor.

Tiba di IAR Indonesia

Sabtu dini hari, Lintang akhirnya tiba di IAR Indonesia. Tim perawat satwa memberikan penanganan medis sementara dan memastikan bahwa Lintang masih cukup kuat. Nafsu makannya masih cukup baik. Meski sebelah tangan, ia masih mampu untuk mengambil buah dan serangga yang diberikan kepadanya.

Pagi harinya, dokter Purbo membersihkan luka dan melakukan general check up secara menyeluruh. Luka pada tangan dan kaki sudah membusuk, jaringan yang mati sudah menyebar hingga ke sendi sikut.

Derita Lintang tidak hanya di situ saja. Begitu hasil rontgen keluar, tampak sebutir peluru tertanam di dalam lutut kanannya. Mendapati peluru di dalam tubuh Lintang membuat kami berasumsi bahwa luka pada tangan dan kaki Lintang bisa saja disebabkan oleh peluru yang mengarah pada tangan dan kakinya.

teror senapan angin

Luka peluru senapan angin memungkinkan untuk meghancurkan tangan mungil Lintang. Membuatnya kesakitan hingga mengerogoti tangannya sendiri.

Menurut penuturan dokter Purbo, kondisi parah pada tangan Lintang disebut juga automutilasi. Automutilasi sendiri adalah suatu kondisi dimana satwa memutilasi/mengigiti anggota tubuhnya. Hal ini biasanya disebabkan oleh respon sakit atau tidak nyaman sehingga satwa cenderung melukai tubuhnya yang sakit.

Hancurnya tangan Lintang memang tidak bisa diperkirakan terjadi sejak kapan. Bisa saja kejadiannya berlangsung cukup lama. Di mulai dari telapak tangan, hingga akhirnya membusuk, kering dan terlepas begitu saja lalu menyebar ke pergelangan. Jika kondisi tersebut dibiarkan, jaringan yang membusuk dan mati bisa saja merambat hingga ke pangkal sendi dan membuatnya kehilangan seluruh lengan kirinya.

Amputasi harus dilakukan untuk mencegah jaringan yang busuk semakin menyebarluas. Sayangnya, tindakan operasi tidak bisa dilakukan secepat itu selama kondisi fisik Lintang masih belum stabil.

“Kami hanya bisa berharap kondisinya cukup stabil, minimal nafsu makannya membaik,” ujar dokter Purbo.

“Pascaoperasi adalah masa masa kritis, jadi diperlukan kondisi fisik yang stabil agar Lintang siap dan daya tahannya kuat,” lanjutnya.

Jangan menyerah Lintang, kamu sudah berjuang sampai sejauh ini. Bertahanlah.

Tanganmu tak sepenuhnya hilang, uluran tangan kami akan selalu ada bersamamu.

#CepatSembuhLintang #BantuLintang #UluranTanganUntukLintang

Sebarkan kepada penyelamat kukang lainnya

Artikel Terkait

#StopKekangKukang

Setiap tahunnya ribuan kukang mati sia-sia di tangan pemburu, pedagang dan juga pemelihara.
Bantu dan selamatkan mereka dari ancaman kepunahan.

Menjadi Penyelamat Kukang

Close Menu