Hajla

Si Kukang Manis dengan Racun Bersemayam di Kepalanya

Hajla pertama kali ditemukan oleh salah seorang warga Cileungsi, Bogor, yang tidak sengaja melihatnya berkeliaran di jalur listrik dekat rumah. Khawatir terjadi sesuatu padanya, juga perlistrikan di sana, akhirnya warga mengamankan si kukang lalu melaporkannya ke BKSDA Bidang Bogor agar bisa dievakuasi.

Setelah dievakuasi, Hajla kemudian dititiprawatkan di Yayasan IAR Indonesia untuk menjalani rehabilitasi. Sesuai protokol yang berlaku, Hajla pun harus melalui proses pemeriksaan medis, baik secara fisik maupun lab.

Sekilas, tidak ada yang aneh dari kondisi Hajla. Giginya masih utuh, badannya pun terlihat bugar. Semua tampak baik-baik saja. Ia layaknya kukang liar yang sehat akan tetapi berada di lokasi yang tidak tepat.

Namun, kabar baik tersebut tiba-tiba sirna ketika hasil rontgen menunjukkan tiga benda asing di dalam tubuh Hajla.

Tiga peluru senapan angin terlihat bersemayam di perut dan kepala Hajla yang mungil. Diperkirakan, peluru tersebut sudah lama bersarang.

Melihat kondisi tersebut, maka tindakan medis untuk mengeluarkan peluru harus dilakukan. Sayangnya, hanya satu peluru saja yang memungkinkan dikeluarkan. Dua peluru lainnya berada di organ vital yang sangat beresiko jika tindakan medis dilakukan.

Situasi ini memang dilematis, karena peluru senapan angin yang terbuat dari timah lambat laun dapat meracuni tubuh. Materi timah pada lapisan peluru, dapat diserap ke dalam pembuluh darah dan menyebabkan kelainan serta gangguan tubuh.

Untuk selanjutnya, Hajla akan mendapatkan perawatan intensif di pusat rehabilitasi IAR Indonesia. Sambil menanti kepastian, apakah ia bisa pulih dan kembali bebas ke habitatnya kelak.

Cepat sembuh Hajla.

Jangan Beli - #StopKekangKukang - Jangan Pelihara

Didukung oleh Yayasan IAR Indonesia
Dikembangkan dan didesain oleh Rusmadipraja

© 2014 - 2020 Kukangku

Kukangku adalah gerakan kampanye penyelamatan dan pelestarian kukang dari ancaman kepunahan akibat perburuan, perdagangan dan pemeliharaan.

CLOSE

Lebih dari 150 individu kukang korban perburuan,  perdagangan dan eksploitasi pemelihara dirawat di Pusat Rehabilitasi  YIARI.

30% di antara mereka bernasib buruk sehingga tidak bisa kembali ke habitat alaminya. Sisa hidup mereka bergantung kepada perawatan yang diberikan pusat rehabilitasi agar sesuai dengan kesejahteraan satwa.

BANTU KUKANG INDONESIA

Donasi yang terkumpul akan membantu  konservasi kukang meliputi upaya penyelamatan, rehabilitasi, pelepasliaran dan perlindungan habitat.

CLOSE

1.364 orang sudah bergabung menjadi #PenyelamatKukang

Yuk gabung menjadi bagian dari penyelamat & pelestari kukang Indonesia!

CLOSE

LAPOR

CLOSE

Share to care :

Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on tumblr
Share on pocket
Share on pinterest
Share on email
Share on delicious
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on whatsapp
Share on email
Share on pocket
Share on telegram

LAPOR

Pengembalian dan penyerahan sukarela kukang ke pusat rehabilitasi

Bantu kami untuk mendata lokasi sebaran habitat alami kukang

Lapor kejahatan perburuan, perdagangan, dan pemeliharaan kukang