Share on facebook
Share on twitter
Share on pocket
Share on whatsapp
Share on email
Share on pinterest

Sejarah Kukang Indonesia

1973, 14 Februari

Kukang Satwa Dilindungi

 

 

Berdasarkan SK Menteri Pertanian, 14 Februari 1973, No. 66/Kpts/Um/2/1973, kukang dinyatakan sebagai satwa dilindungi Indonesia.

1990, 10 Agustus

UU No. 5 Tahun 1990

 

 

Pengesahan UU No. 5 mempertegas status hukum serta larangan untuk memburu, memperjualbelikan, memelihara satwa dilindungi dalam keaadaan hidup maupun mati, seluruh bagian atau bagian tubuhnya. Ancaman pidana bagi pelanggaran tersebut adalah penjara maksimal 5 tahun dan denda maksimal 100 juta rupiah.

1999, 27 Januari

PP No. 7 Tahun 1999

 

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa ini disahkan oleh presiden Bacharuddin Jusuf Habibie dengan tujuan untuk:

  • menghindarkan jenis tumbuhan dan satwa dari bahaya kepunahan;
  • menjaga kemurnian genetik dan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa;
  • memelihara keseimbangan dan kemantapan ekosistem yang ada;

Berdasarkan lampiran data pada peraturan tersebut, terdapat 294 jenis tumbuhan dan satwa yang digolongkan sebagai dilindungi.

Kukang dengan nama latin Nycticebus coucang masuk ke dalam daftar tersebut sebagai mamalia dilindungi.


Download PP No. 7 Tahun 1999

2000, 30 Juni

IUCN Red List

 

Menurut International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) selaku organisasi internasional yang menetapkan standar daftar spesies, dan upaya penilaian konservasinya, menempatkan kukang (Nycticebus coucang) dengan kategori Data Decifient (kurang data).

Hal ini dikarenakan masih minimnya informasi dan penelitian terkait kukang, sehingga tidak mencukupi untuk memberikan penilaian mengenai tingkat ancaman kepunahannya.


Sumber : www.iucnredlist.org

2000 – 2006

Maraknya Perdagangan Kukang

 

perdagangan kukang di bip

 

Berdasarkan pemantauan LSM Profauna di sembilan pasar burung Jawa-Bali sedikitnya 894 individu kukang diperdagangkan sepanjang tahun 2000-2006. Perdagangan kukang dilakukan secara terbuka dan dipajang secara umum.

TahunJumlah
200080individu
20018individu
2002262individu
200439individu
2005348individu
2006157individu

2002

Penyelundupan Kukang Dalam Negeri

 

Menurut ProFauna, berdasarkan hasil pemantauan tahun 2002, sedikitnya ada 5000 individu kukang diselundupkan dari Sumatera ke Pulau Jawa melalui pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Kukang-kukang diselundupkan untuk memenuhi permintaan pasar-pasar hewan di kota-kota besar seperti Jakarta.

2003

Penyelundupan Kukang ke Luar Negeri

 

Polisi berhasil menyita 91 individu kukang dari seorang warga Kuwait di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Rencananya, kukang akan diselundupkan ke Kuwait. Sayangnya kasus hukum penyelundupan kukang tersebut menjadi tidak jelas kelanjutannya.

2004

Penyelundupan Kukang ke Luar Negeri Digagalkan

 

Upaya penyelundupan kukang berhasil digagalkan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan barang bukti tiga individu kukang. Kukang tersebut rencananya akan diselundupkan ke Jepang dan Korea.

2005

Bisnis Sitaan Satwa Langka dan Oknum yang Terlibat

 

Keterlibatan aparat dalam kasus kejahatan satwa langka dan dilindungi menimbulkan persepsi negatif masyarakat terhadap instansi pemerintah yang diamanahkan sebagai penanggung jawab kekayaan hayati Indonesia. Ketidakpercayaan publik berimbas pada pemeliharaan satwa dilindungi dan keengganan untuk menyerahkannya kepada pihak yang berwenang.

 


Sumber berita: https://www.liputan6.com/news/read/114394/bisnis-sitaan-satwa-langka-bagi-sang-pelestari

2007

Para Lansia yang Diperdaya Oleh Sindikat Satwa

 

 

Maemunah, wanita paruh baya yang berusia 63 tahun diringkus oleh aparat dengan barang bukti enam individu kukang dan beberapa satwa dilindungi lainnya. Setelahnya, satu persatu kurir lainnya turut dicokok. Namun, para lansia tersebut bernasib mujur. Mereka tidak dijebloskan ke penjara karena pertimbangan usia.

 


Sumber artikel: Jaring Gelap Sindikat Satwa

 

2007, 13 September

Kukang Masuk Appediks I CITES

 

CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of wild fauna and flora) dalam sidangnya yang berlangsung di Belanda pada 3-15 Juni memutuskan untuk meningkatkan perlindungan kukang (Nycticebus coucang) dengan memasukannya ke Appendiks I CITES. Sebelumnya kukang masuk dalam Appendiks II CITES yang berarti perdagangan internasionalnya diperbolehkan, termasuk penangkapan kukang dari alam.

Usulan ini didasari oleh tingginya angka perburuan dan perdagangan kukang yang mencapai 7.000 individu per tahun. Rumusan ini akhirnya disahkan pada tanggal 13 September 2007 dan berlaku hingga saat ini.

Download Proposal CITES Nycticebus

2008

Spesies Kukang Indonesia

 

Studi riset pada tahun 2008 menyatakan bahwa Indonesia memiliki 3 spesies kukang, yaitu Kukang jawa (Nycticebus javanicus), Kukang sumatera (Nycticebus coucang), dan Kukang kalimantan (Nycticebus menagensis).

Dibedakannya jenis kukang semakin memperjelas tingkat ancaman kepunahan yang dihadapi oleh kukang-kukang Indonesia.


Download Jurnal

 

2008, 14 Februari

Berdirinya Pusat Rehabilitasi Kukang

 

 

IAR Indonesia berdiri sebagai pusat rehabilitasi yang fokus dalam upaya penyelamatan, rehabilitasi dan pelepasliaran kukang Indonesia. Keberadaan pusat rehabilitasi sangat dibutuhkan untuk membantu upaya perawatan kukang yang menjadi korban kejahatan satwa.


Profil IAR Indonesia

2008, 30 Juni

IUCN Assessment Pada Tiga Spesies Kukang Indonesia

 

Keberadaan spesies baru pada kukang, serta meningkatnya status appendiks kukang oleh CITES mendorong revisi assessment IUCN untuk menempatkannya dalam kategori kepunahan yang antara lain

  • Kukang jawa: Endangered (terancam)
  • Kukang sumatera: Vulnerable (rentan)
  • Kukang kalimantan: Vulnerable (rentan)

Sumber: www.iucnredlist.org

2009

Persepsi Kukang Sebagai Exotic Pet

 

 

Profil kukang sebagai hewan peliharaan exotic ditandai dengan munculnya Thread di Kaskus sebagai sumber literasi dan informasi bagi pemelihara dan calon pembeli.

Viralnya video kukang di Youtube turut mempengaruhi persepsi awam yang menganggap kukang sebagai hewan yang lucu dan menarik untuk dipelihara.

 

 

Persepsi exotic pet terhadap kukang mendorong meningkatnya permintaan terhadap pasar yang berimbas pada perburuan dan perdagangan.

2009, 5 November

Puluhan Kukang Diamankan Dari Pedagang di Ngawi

 

 

Polda Jatim bersama Profauna dan Human Society International berhasil menyelamatkan 21 individu kukang beserta puluhan satwa dilindungi lainnya dari tersangka penjual satwa langka di Ngawi.

Diperkirakan kukang dijual dengan harga kisaran Rp. 75 ribu – 250 ribu per ekor.


Sumber berita: Detik.com

2010

Upaya Konservasi Kukang Oleh IAR Indonesia

 

Studi reintroduksi dilakukan oleh IAR Indonesia untuk mendapatkan informasi mengenai proses pelepasliaran kukang dan menjadi standar yang bisa diterapkan ke depannya.

Selain itu IAR menginisiasi Seminar Konservasi Kukang untuk meningkatkan profil satwa dilindungi ini di kalangan aparat yang berwenang dan juga masyarakat awam.


Sumber:

2011

Blog Cara Pelihara Kukang

 

 

Konten tulisan di blog mulai banyak bermunculan dan menjadi rujukan bagi pemelihara kukang. Sayangnya isi konten tersebut cenderung negatif karena menggiring persepsi awam untuk memelihara kukang serta tips yang  tidak dapat dipertanggungjawabkan secara fakta dan melanggar kaidah kesejahteraan satwa.

2011

Perdagangan Kukang di Pasar Hewan Jakarta

 

Berdasarkan pemantauan Wildlife Crime Unit (WCU), sedikitnya ada 60 individu kukang diperdagangkan di pasar Jatinegara dan 150 individu kukang di pasar Pramuka setiap bulannya. Kukang dijual dengan harga rata-rata Rp. 300-400 ribu setiap ekornya.


Sumber artikel: nationalgeographic.grid.id

2012

Eksploitasi Satwa Dalam Media

 

Eksploitasi kukang pada salah satu sinetron yang tayang di televisi sangat tidak layak dan tidak mendidik. Kukang sebagai satwa dilindungi diperlakukan dengan kejam dan menyalahi kesejahteraan satwa.


Sumber berita: www.merdeka.com

2012

Spesies Baru Kukang di Kalimantan

 

 

Kukang kalimantan (Nycticebus menagensis) terdiri dari beberapa sub-spesies yang kini berdiri sendiri yaitu N. bancanus, N. borneanus, dan juga spesies temuan baru N. kayan yang sebaran habitatnya berada di sekitar sungai Kayan.

Temuan spesies baru ini menunjukkan bahwa masih banyak keragaman hayati  di hutan-hutan kalimantan serta pulau-pulau sekitarnya namun dalam kondisi terancam punah.


Download Jurnal

Taxonomy of the Bornean Slow Loris With New Species

Sebarkan ke Penyelamat Kukang lainnya

Share on facebook
Share on twitter
Share on pocket
Share on whatsapp
Share on email
Share on pinterest

Setiap tahunnya, ribuan kukang menderita dan sakit akibat perlakuan pemburu, pedagang dan juga pemelihara. Bantu dan selamatkan kukang korban kejahatan satwa.

Jadilah Penyelamat Kukang.

kukangku

#StopKekangKukang

#JanganBeliKukang #JanganPeliharaKukang

Kukangku adalah gerakan kampanye penyelamatan dan pelestarian kukang dari ancaman perburuan, perdagangan, dan pemeliharaan.

© 2019 Kukangku

Dikembangkan dan didesain oleh Rusmadipraja
Didukung oleh Yayasan IAR Indonesia

Yuk menjadi bagian dari

#PenyelamatKukang

LAPOR

Pengembalian dan penyerahan sukarela kukang ke pusat rehabilitasi

Bantu kami untuk mendata lokasi sebaran habitat alami kukang

Lapor kejahatan perburuan, perdagangan, dan pemeliharaan kukang