Share on facebook
Share on twitter
Share on pocket
Share on whatsapp
Share on email
Share on pinterest

Lepasliar Kukang di Hari Hidupan Liar Sedunia

Momentum peringatan Hari Hidupan Liar Dunia (World Wildlife Day) yang biasa disingkat WWD dan diperingati setiap tanggal 3 Maret, menjadi harapan baik bagi 4 (empat) individu primata jenis Kukang Sumatera (Nycticebus coucangyang dilepasliarkan  ke kawasan konservasi Taman Wisata Alam Danau Sicike cike di Kabupaten Dairi, pada  Selasa 5 Maret 2019.

3 (tiga) individu kukang yang dilepasliarkan merupakan hasil penyerahan masyarakat melalui Call Center Quick Response Balai Besar KSDA Sumatera Utara-08537669966, dan  sebelumnya tahapan rehabilitasi di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Sibolangit. Sedangkan 1 (satu)  individu lagi berasal dari penyerahan masyarakat Desa Sala Bulan Sibolangit, yang dititipkan di Yayasan Program Konservasi Species Indonesia (YPKSI).

Kondisi kesehatan ke 4 kukang (3 jantan dan 1 betina) yang direlease cukup baik. Hasil  pantauan tim Medis PPS Sibolangit, selama di PPS kondisi kukang sehat dan masih memiliki sifat-sifat liar sejak kukang diterima. Keadaan fisik gigi taring  keempat kukang juga terlihat  masih lengkap sebagai alat yang  digunakan kukang untuk pertahan dari serangan predator atau ketika terancam bahaya.

Berangkat dari kondisi liarnya, disamping kesehatan yang cukup baik serta kemampuan beradaptasi menyatu dengan alamnya, menjadi dasar pelepasliaran. Sebelum dilepasliarkan keempat kukang tersebut oleh Tim Medis lebih dahulu ditanamkan Microchip dibagian tubuh kukang sebagai penandaan. Adapun maksud pemberian Mikrochip ini adalah untuk memudahkan identifikasi dan pelacakan hewan liar sehingga diketahui persebarannya.

Adapun nomor Microchip pada kukang pertama dengan Nama Kuat (kelamin jantan) 276095300016737, kukang kedua  dengan Nama Ariel (kelamin jantan)  276095300016528, kukang ketiga jenis kelamin betina  276095300016446 dan kukang keempat dengan nama Hotman (kelamin jantan) 276095300016702.

TWA Danau Sicike-cike dipilih lokasi pelepaliaran (realese) karena di kawasan ini cukup ketersediaan pakan serta merupakan  habitat Kukang Sumatera. Kecukupan  pakan  kukang seperti madu bunga dan serangga cukup tersedia menjadi sumber pakan yang dibutuhkan kukang di lokasi ini. Pada Pukul 18.30 wib menjelang petang menuju malam Kukang dilepasliarakan oleh Tim dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara disaksikan Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang, Tuahman Raya dampingi Petugas Resort TWA Danau Sicike cike, Tim ISCP dan Tim PPS Sibolangit.

 


Sumber Artikel : ksdae.menlhk.go.id

Tanya Kukangku

Sebarkan ke Penyelamat Kukang lainnya

Share on facebook
Share on twitter
Share on pocket
Share on whatsapp
Share on email
Share on pinterest

Setiap tahunnya, ribuan kukang menderita dan sakit akibat perlakuan pemburu, pedagang dan juga pemelihara. Bantu dan selamatkan kukang korban kejahatan satwa.

Jadilah Penyelamat Kukang.

kukangku

#StopKekangKukang

#JanganBeliKukang #JanganPeliharaKukang

Kukangku adalah gerakan kampanye penyelamatan dan pelestarian kukang dari ancaman perburuan, perdagangan, dan pemeliharaan.

© 2019 Kukangku

Dikembangkan dan didesain oleh Rusmadipraja
Didukung oleh Yayasan IAR Indonesia

Yuk menjadi bagian dari

#PenyelamatKukang

LAPOR

Pengembalian dan penyerahan sukarela kukang ke pusat rehabilitasi

Bantu kami untuk mendata lokasi sebaran habitat alami kukang

Lapor kejahatan perburuan, perdagangan, dan pemeliharaan kukang