Nama latin : Nycticebus coucang (Boddaert, 1785)
Nama Inggris : Sunda Slow Loris
Nama lokal : Bukang, Pukang, Buah angin (Aceh)

  • Dilindungi berdasarkan keputusan
    Menteri Pertanian, 14 Februari 1973, No. 66/Kpts/Um/2/1973.
    Undang-undang No. 5 Tahun 1990.
  • Redlist IUCN, Vulnerable (2008)
    Populasi di alam mengalami penurunan sebesar 30% dalam jangka waktu 21-24 tahun terakhir akibat perburuan dan kehilangan habitat.
  • CITES, Apendix I

Nycticebus coucang sebelumnya meliputi N. bengalensis, N. javanicus dan N. menagensis sebagai bagian dari subspesies. Zona percampuran (hibrid) antara N. coucang dan N. bengalensis ditemukan di sekitar semenanjung selatan Thailand.
Revisi lebih lanjut mengenai taksonomi ini sangat diperlukan. Beberapa peneliti mempertimbangkan bentuk kukang yang berasal dari Pulau Natuna sebagai subspesies unik yaitu Nycticebus coucang natunae.

Rambut yang tumbuh sangat lebat dan halus. Warna rambut sangat bervariasi, mulai dari kelabu keputihan, kecokelatan hingga kehitam-hitaman. Pada punggung terdapat garis cokelat melintang dari bagian belakang tubuh hingga dahi. Garis cokelat tersebut, bercabang ke dasar telinga dan mata. Pada bagian mata, rambut cokelat ini berbentuk bundar atau oval hingga menyerupai kacamata. Panjang tubuh termasuk kepala sekitar 190-275 mm untuk betina dewasa dan jantan sekitar 300-380 mm. Ekornya pendek dan melingkar panjangnya antara 10-25 mm. Berat tubuh jantan dan betina dewasa antara 375-900 gram.

Kukang sumatera tersebar cukup luas di Sumatera, Batam dan Galang di Kepulauan Riau, dan Pulau Tebingtinggi dan Bunguran di Pulau Natuna Utara. Kukang sumatera juga tersebar di semenanjung Malaya dan Pulau Tioman, semenanjung selatan Thailand (dari tanah genting Kra Selatan) dan Singapura.

Hutan primer dan sekunder dataran rendah, hutan bambu, hutan bakau. Kadang kadang mereka juga ditemukan di daerah perkebunan, terutama perkebunan cokelat. Kukang lebih sering ditemukan di tepi habitat hutan, hal ini kemungkinan karena pada daerah tepi memiliki dukungan kelimpahan sumber pakan.

Hampir separuh jenis makanannya adalah buah-buahan berserat. Selain itu, kukang juga makan serangga, dan binatang kecil lainnya, seperti moluska dan melata seperti kadal. Kadang-kadang memakan telur burung, dan biji-bijian dari suku leguminosae (biji polong), termasuk buah atau biji cokelat.
Kukang juga memakan nektar bunga, getah pohon dan hewan arthropoda dalam porsi kecil.

Kehidupan sosial kukang sangat sedikit sekali diketahui. Kukang sering ditemukan hidup menyendiri (soliter) di alam, atau terkadang terlihat berpasangan terutama pada saat musim kawin.

Pergerakan kukang sangat lambat, bergerak dengan menggunakan keempat anggota tubuhnya (quodropedal). Kadang-kadang mereka menggantung saat akan pindah ke dahan di depannya. Pada saat bergerak malam hari, Kukang jantan memberikan atau menandai dengan air kencingnya pada pohon yang dilalui untuk daerah teritorialnya.

Kukang sering mengeluarkan suara desisan (mendesis) bila merasa terganggu, baik pada jantan maupun betina. Suara desisan pada kukang yang masih bayi sedikit perlahan, terdengar saat akan menyusui. Suara panggilan juga kadang-kadang keluar saat terjadi sesuatu. Pada saat estrous tiba, betina mengeluarkan lengkingan yang cukup keras. Bayi kukang sering mendesis perlahan seperti akan menyusui dan sebagainya.

Mereka aktif pada malam hari (nokturnal) dan hidup di pohon (arboreal). Pada siang hari tidur di percabangan pohon, atau kadang-kadang di rumpun bambu, dan tidak membuat sarang.

Perburuan dan perdagangan kukang sebagai peliharaan marak terjadi pada kukang sumatera. Berdasarkan kasus penegakan hukum pada tahun 2013, sebanyak 238 individu kukang diselundupkan melalui pelabuhan Merak, Banten untuk dibawa ke kota besar seperti Jakarta.

Meski upaya penegakan hukum sudah banyak dilaksanakan, namun penyelundupan kukang sumatera masih terus terjadi hingga kini. Hal ini bisa dilihat dari laporan pengembalian melalui Kukangku yang masih menemukan serahan kukang sumatera eks peliharaan.

Kukang Jawa
Kukang Sumatera
Kukang Kalimantan
Close Menu