kukangku
Share on facebook
Share on twitter
Share on pocket
Share on whatsapp
Share on email
Share on pinterest

Kukang Jawa

Nama ilmiah : Nycticebus javanicus (É. Geoffroy, 1812)
Nama Inggris : Javan Slow Loris
Nama lokal : Muka, Malu-malu, Aeud, Oces

  • Dilindungi berdasarkan keputusan
    Menteri Pertanian, 14 Februari 1973, No. 66/Kpts/Um/2/1973
    Undang-undang No. 5 Tahun 1990
  • Redlist IUCN, Critically Endangered (2013)
    Populasi Kukang jawa mengalami penurunan hingga 80% selama 24 tahun terakhir akibat hilangnya habitat hingga menyisakan hanya 20% area yang masih layak. Selain itu, tingginya angka perburuan dan perdagangan untuk dijadikan peliharaan yang terjadi secara terus menerus.
  • CITES, Apendix I

Sebelumnya, Nycticebus javanicus dimasukkan sebagai subspesies dari Nycticebus coucang. Akan tetapi status taksonomi spesies ini ditingkatkan sebagai spesies tersendiri oleh Groves dan Maryanto (2008). Hal Ini didukung berdasarkan studi morfologi yang dilakukan oleh Nekaris dan Jaffe (2007) dan Nekaris dan Munds (2010) serta studi genetik oleh Roos (2003) dan Wirdateti et al. (2006).

Panjang tubuh jantan dan betina dari kepal hingga pangkal ekor sekitar 280-320 mm, ekornya pendek dan melingkar, panjangnya hanya sekitar 10-20 mm. Berat tubuh kukang jantan dewasa hampir satu setengah kali dari berat betina dewasa. Berat tubuh betina dewasa lebih kurang 575 gram dan jantan sekitar 750 gram. Rambut yang tumbuh di sekujur tubuh sangat lebat dan halus. Warna rambut kelabu keputih-putihan. Pada punggung terdapat garis cokelat melintang dari bagian belakang tubuh hingga dahi. Rambut sekitar telinga berwarna cokelat serta di sekitar mata juga berwarna cokelat membentuk bulatan sehingga menyerupai kacamata.

Sebaran kukang jawa terbatas di Pulau Jawa, seperti di dalam kawasan taman nasional cagar alam, atau suaka margasatwa. Berdasarkan data dari upaya penegakan hukum, informasi sebaran kukang jawa meluas hingga ke bagian timur jawa. sebaran kukang jawa

Kukang jawa bisa ditemukan di hutan primer dan sekunder, perkebunan, dan juga talun.

Jenis pakan meliputi buah-buahan. serangga, nektar bunga, getah pohon dan binatang  kecil lainnya dalam porsi kecil.

Kehidupan sosial kukang sangat sedikit sekali diketahui. Kukang sering ditemukan hidup menyendiri (soliter) di alam, atau terkadang terlihat berpasangan terutama pada saat musim kawin.

Pergerakan kukang sangat lambat, bergerak dengan menggunakan keempat anggota tubuhnya (quodropedal). Kadang-kadang mereka menggantung saat akan pindah ke dahan di depannya. Pada saat bergerak malam hari, Kukang jantan memberikan atau menandai dengan air kencingnya pada pohon yang dilalui untuk daerah teritorialnya.

Kukang sering mengeluarkan suara desisan (mendesis) bila merasa terganggu, baik pada jantan maupun betina. Suara desisan pada kukang yang masih bayi sedikit perlahan, terdengar saat akan menyusui. Suara panggilan juga kadang-kadang keluar saat terjadi sesuatu. Pada saat estrous tiba, betina mengeluarkan lengkingan yang cukup keras. Bayi kukang sering mendesis perlahan seperti akan menyusui dan sebagainya.

Mereka aktif pada malam hari (nokturnal) dan hidup di pohon (arboreal). Pada siang hari tidur di percabangan pohon, atau kadang-kadang di rumpun bambu, dan tidak membuat sarang.

Kukang jawa sebagai satwa endemik pulau Jawa terdaftar sebagai satwa terancam punah. Hal ini didasarkan oleh beberapa faktor di antaranya adalah hilangnya hutan-hutan alami di pulau jawa disertai dengan degradasi habitat yang terus terjadi hingga menyisakan 20% habitat yang layak bagi kukang jawa. Berdasarkan permodelan sebaran spesies dan analisis kesenjangan juga telah mengungkapkan bahwa sub-populasi yang tersisa dari Kukang jawa sangat terfragmentasi, dengan hanya 17% dari distribusi potensial dalam jaringan kawasan lindung (Thorn et al. 2009). Ditambah lagi, populasi kukang jawa mengalami penurunan setidaknya 80% selama 24 tahun terakhir (sama dengan tiga generasi; Nadler et al. 2007) akibat perburuan yang parah dan terus-menerus terjadi secara berkelanjutan untuk diperdagangkan sebagai hewan peliharaan (Nekaris et al. 2010 ).

Pada tahun 2000, IUCN Redlist mengkategorikan kukang jawa dengan status Data Deficient (kurang data). Hal ini dilandasi oleh minimnya penelitian terhadap spesies kukang, baik populasi maupun ekologinya. Maraknya aktivitas perburuan dan perdagangan kukang yang terjadi setelahnya berpengaruh terhadap status ancaman kukang. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Profauna pada tahun 2000 hingga 2006 diperkirakan setiap tahunnya ada sekitar 6000 hingga 7000 individu kukang yang diburu dan diperjualbelikan. Tingginya angka ancaman tersebut membuat IUCN merevisi status Kukang jawa menjadi terancam punah (Endangered) pada tahun 2008.

Status ancaman kukang jawa kembali meningkat pada tahun 2013 yaitu kritis (Critically Endangered). Meningkatnya status tersebut menempatkan kukang jawa ke dalam 25 spesies primata paling terancam punah di dunia atau setara dengan status Orangutan Sumatera (publikasi resmi bisa dibaca di sini). Meningkatnya aktivitas perburuan dan perdagangan kukang sebagai peliharaan, ditambah dengan lemahnya upaya penegakan hukum semakin mendorong kukang jawa pada jurang kepunahan di alam yang tidak bisa diprediksi.

Kukang Jawa

Nycticebus javanicus

Kukang Sumatera

Nycticebus coucang

Kukang Kalimantan

Nycticebus pygmaeus

Sebarkan ke Penyelamat Kukang lainnya

Share on facebook
Share on twitter
Share on pocket
Share on whatsapp
Share on email
Share on pinterest
Setiap tahunnya, ribuan kukang menderita dan sakit akibat perlakuan pemburu, pedagang dan juga pemelihara

Bantu dan selamatkan kukang korban kejahatan satwa
kukangku

#StopKekangKukang

#JanganBeliKukang #JanganPeliharaKukang

Kukangku adalah gerakan kampanye penyelamatan dan pelestarian kukang dari ancaman perburuan, perdagangan, dan pemeliharaan.

Jangan Beli - #StopKekangKukang - Jangan Pelihara

1.364 orang sudah bergabung menjadi #PenyelamatKukang

Yuk gabung menjadi bagian dari para penyelamat & pelestari kukang Indonesia!

Saya berkomitmen untuk tidak membeli dan tidak memelihara kukang, serta bersedia menyebarluaskan pesan pelestarian kukang.

LAPOR

Pengembalian dan penyerahan sukarela kukang ke pusat rehabilitasi

Bantu kami untuk mendata lokasi sebaran habitat alami kukang

Lapor kejahatan perburuan, perdagangan, dan pemeliharaan kukang

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on whatsapp
Share on email
Share on pocket
Share on telegram