Share on facebook
Share on twitter
Share on pocket
Share on whatsapp
Share on email
Share on pinterest

Aktivis Kampanyekan Pelestarian Primata

TRIBUNJABAR.CO.ID, TASIKMALAYA- Menggenakan topeng monyet, sejumlah aktivis penyelamat satwa menggelar kampanye perlindungan dan pelestarian primata.

Kampanye itu digelar di Alun-Alun Kota Tasikmalaya, Jalan Otto Iskandardinata, Kelurahan Empangsari, Kecamatan Tawangsari, Minggu (28/1/2018) pagi.

Sambil membawa kertas yang bertuliskan “Saya primata, Jangan Pelihara Saya” para aktivis melakukan orasi dan membagikan stiker dan pin piramata yang dilindungi.

Para aktivis yang adalah gabungan dari komunitas konservasi di antaranya mahasiswa Universitas Siliwangi Tasikmalaya, Kelompok Studi Konservasi Universitas Kuningan, International Animal Rescue (IAR) Indonesia serta komunitas Uniku, Kukangku.

Menurut Diki Muhamad Chaidir (32) selaku koordinator aksi, kampanye itu dilakukan untuk menyambut Hari Primata Indonesia pada Selasa (30/1/2018).

“Dalam aksi ini, kami mengkampanyekan dan mengedukasi masyarakat supaya peduli terhadap pelestarian primata yang ada di Indonesia,” katanya saat ditemui di lokasi.

Diki menyatakan lewat orasi serta bagi-bagi stiker dan pin menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar menyadari pelestarian primata, satu di antaranya membiarkan primata hidup di habitatnya.

“Salah satu cara bagaimana untuk melestarikan primata adalah membiarkannya hidup di alam, dengan begitu itu juga mendukung bagaimana kita menjaga kehidupan primata,” ujarnya.

Diki menambahkan, selain itu aksi hari ini bentuk kepedulian untuk menjaga dan melestarikan primata.

“Di Indonesia ini ada 60 jenis primata. di Jawa ada sejumlah permasalahannya (terkait primata) yaitu diburu, diperdagangkan, dipelihara, dan habitatnya hilang. Primata dijadikan peliharaan itu ancaman, paling besar,” katanya.

Selain itu, para aktivis mengedukasi warga secara langsung soal larangan berburu, memperdagangkan, dan memelihara primata serta menyampaikan sanksi hukum bagi pelanggar aturan soal primata.

Aksi itu mendapat perhatian warga yang tengah berolah raga dan jalan-jalan mengisi libur akhir pekan.

“Aksi yang sangat bagus sekali. Kami jadi mengetahui jenis hewan yang dilindungi dan lebih sadar untuk melestarikan supaya tidak punah, dengan cara tidak memelihara hewan langka tersebut,” kata Indah (28), seorang warga.

Kampanye ini menjadi bagian rangkaian peringatan Hari Primata Indonesia pada akhir Januari ini.

Rangkaian kegiatan akan dipuncaki dengan pelepasliaran primata kukang oleh IAR Indonesia di SM Gunung Sawal, Ciamis, Selasa (30/1/2018).

Selain kampanye, para aktivis berencana melakukan kegiatan lainnya seperti pelatihan pengamatan primata. (*)

Sumber: http://jabar.tribunnews.com/2018/01/28/kenakan-topeng-monyet-sejumlah-aktivis-kampanyekan-pelestarian-primata

Tanya Kukangku

Sebarkan ke Penyelamat Kukang lainnya

Share on facebook
Share on twitter
Share on pocket
Share on whatsapp
Share on email
Share on pinterest

Setiap tahunnya, ribuan kukang menderita dan sakit akibat perlakuan pemburu, pedagang dan juga pemelihara. Bantu dan selamatkan kukang korban kejahatan satwa.

Jadilah Penyelamat Kukang.

kukangku

#StopKekangKukang

#JanganBeliKukang #JanganPeliharaKukang

Kukangku adalah gerakan kampanye penyelamatan dan pelestarian kukang dari ancaman perburuan, perdagangan, dan pemeliharaan.

© 2019 Kukangku

Dikembangkan dan didesain oleh Rusmadipraja
Didukung oleh Yayasan IAR Indonesia

Yuk menjadi bagian dari

#PenyelamatKukang

LAPOR

Pengembalian dan penyerahan sukarela kukang ke pusat rehabilitasi

Bantu kami untuk mendata lokasi sebaran habitat alami kukang

Lapor kejahatan perburuan, perdagangan, dan pemeliharaan kukang