Skip to content

Menu

  • MADU

untuk Kukang

document.addEventListener('DOMContentLoaded', function() { jQuery(function($){ var mywindow = $(window); var mypos = mywindow.scrollTop(); mywindow.scroll(function() { if (mypos > 40) { if(mywindow.scrollTop() > mypos) { $('#stickyheaders').addClass('headerup'); } else { $('#stickyheaders').removeClass('headerup'); } } mypos = mywindow.scrollTop(); }); }); }); #stickyheaders{ -webkit-transition: transform 0.34s ease; transition : transform 0.34s ease; } .headerup{ transform: translateY(-110px); /*adjust this value to the height of your header*/ }

4 Jenis Pohon Penghasil Getah Kegemaran Kukang

  • Cahya Riza Haromaen
  • 17 Mar 2023
  • Campaign

Kukang merupakan primata pemakan getah atau yang bisa disebut dengan exudativorous. Oh ya, sebagai disclaimer gak semua getah dimakan kukang lho! ia juga punya preferensi sendiri soal pemilihan pohon yang bakal dia makan getahnya.

Untuk mendukung kegemarannya itu, kukang punya anugerah fisik yang klop banget untuk jadi satwa pengonsumsi getah. Kukang memiliki adaptasi anatomi berupa gigi sisir yang kuat, pencernaan dengan mikroba yang bantu proses fermentasi, dan punya sistem pembauan yang oke banget. Luar biasa ya kukang ini.

Dulunya kukang dikenal sebagai primata yang pakan utamanya adalah buah-buahan, tapi ternyata kukang juga sering memakan getah untuk diet sehari-harinya. Inilah kenapa fakta kukang yang ternyata gemar mengkonsumsi getah jadi menarik buat disorot biar gak banyak yang salah paham lagi!

Lantas kira-kira getah pohon apa aja ya? Berikut jenis pohon penghasil getah yang digemari oleh kukang!

Pohon hantap. Foto : Gwengoat | Getty Images

Hantap (Sterculia urceolata)

Hantap merupakan tumbuhan penghasil getah dan tergabung dalam famili Sterculiaceae. Tumbuhan ini banyak dijumpai di daerah beriklim tropis termasuk Indonesia. Getah ini didapatkan kukang dengan cara melukai atau menggerogoti batang dengan gigi. Setelah lubangnya jadi, kukang akan menjilati bagian dari yang sudah dilubangi.

Baca juga : Mengenal Tepus, Tumbuhan Tepi Sungai Yang Disukai Kukang

Getah hantap ini jadi getah favorit dari kukang karena punya kandungan zat yang tinggi untuk kebutuhannya. Getah hantap ini berwarna kuning bening hingga cokelat pekat. Nah buat ngenalin pohon hantap ini bisa dilihat dari ciri daunnya yang tunggal, bertulang daun menonjol, tepi daun merata, dan sedikit meruncing pada ujung daunnya.

Buah kedoya. Foto : Steve Fitzgerald | Wikimedia – CC BY-SA 4.0

Kedoya (Dysoxylum gaudichaudianum)

Kedoya merupakan nama tanaman dari suku duku-dukuan atau Meliaceae yang di luar negeri lebih dikenal sebagai ivory mahagony. Kedoya ini merupakan pohon kayu dengan ketinggian mencapai 25-45 meter dan diameternya sekitar 80 cm. Kedoya punya buah berbentuk bulat kecil berwarna kuning terah hingga coklat kekuningan. Kedoya punya ciri khas unik yang punya kulit jaringan kayu berbau menusuk. Wah waspada ya kalau pohon kedoya ini di sekitar kalian, ternyata baunya bisa mengakibatkan rasa mual.

Kedondong. Foto : Primejyothi | Wikimedia – CC BY-SA 3.0

Kedondong Hutan (Spondias pinnata)

Kedondong hutan (Spondias pinnata) merupakan tumbuhan yang termasuk dalam famili Meliaceae. Pohon kedondong hutan memiliki tinggi mencapai 20 m, batang tegak, berkayu dan permukaannya halus, percabangan simpodial berwarna putih kehijauan. Tanaman kedondong hutan memiliki buah yang punya daging lunak dan banyak biji dengan bentuk lonjong berdiameter ± 5 cm. Buah ini berserat dengan warna hijau kekuningan.

Litsea. Foto : Wikimedia – CC BY-SA 3.0

Huru Beas atau Udu (Litsea velutina Boerl.)

Pohon udu merupakan sumber tumbuhan bergetah bagi kukang yang termasuk dalam famili Laucareae. Tumbuhan ini juga menjadi tumbuhan pakan dari lebah. Getah udu memiliki kandungan gula yang baik dan digemari oleh para kukang.

FYI nih sobat, Dewi et al. 2018 melakukan pengujian terhadap kandungan nutrisi keempat jenis getah pohon di atas. Kemudian ditemui fakta menarik bahwa getah-getah tersebut memiliki kandungan polisakarida yang cukup tinggi. Polisakarida yang dimaksud ini bisa dibilang berupa gula dan karbohidrat. Nah kandungan tersebut dibutuhkan oleh kukang untuk mengisi energinya agar bertenaga menjalani aktivitasnya kesana kemari.

Tulisan lainnya dari

Cahya Riza Haromaen
Bagikan:
PrevPreviousTopeng Monyet, Penyiksaan Satwa Berkedok Hiburan
NextKukang, Si Satwa Mungil yang Punya Banyak HabitatNext

Artikel

Lainnya

Primata untuk Iklim, Pemulih Alami di Tengah Krisis Iklim Global

Bagaimana Penentuan Satwa Masuk Daftar Kategori Paling Terancam?

Primates in Peril, Upaya Konservasionis Selamatkan Primata

5 Jenis Bunga Ini Penghasil Nektar Makanan Kukang

Pulihkan Kukang Senyumkan Hutan, Langgengkan Konservasi Kukang Melalui Rehabilitasi

Sambut HKAN, 8 Kukang Jawa Ditranslokasi ke Taman Nasional Ujung Kulon

Stop Kekang Kukang

Kukangku adalah gerakan kampanye dan penyadartahuan untuk pelestarian dan perlindungan kukang di Indonesia

Facebook Twitter Youtube Instagram Envelope
  • Beranda
  • Tentang Kukangku
  • Dinamika Konservasi
  • Kukang Sumatera
  • Kukang Jawa
  • Kukang Kalimantan
  • Penyerahan Sukarela
  • Temuan & Habitat Kukang
  • Lapor Kejahatan Satwa
  • Kisah Kukang
  • Kliping Berita Kukang
  • Video
  • FAQ

Didukung oleh Yayasan IAR Indonesia
Dikembangkan dan didesain oleh Rusmadipraja

© 2014 – 2026 Kukangku

Saya #PenyelamatKukang dan saya peduli terhadap kelestarian kukang di Indonesia.

Hei penyelamat kukang!
Bantu aku untuk tetap lestari di alam.

Close
Kukangku

Visi & Misi

Dinamika Konservasi Kukang

Kukang Indonesia

K. Sumatera

K. Jawa

K. Kalimantan

K. Bangka

K. Sumatera bag. Utara

K. Borneo

K. Kayan

Lapor

Pengembalian & Penyerahan Sukarela

Kejahatan Perburuan & Perdagangan

Temuan Kukang Liar & Habitat Alami

Blog

Catatan Kukangku

Kisah Kukang

Video

Kliping Berita

Edukasi

Penyerahan Sukarela

Penegakan Hukum

Penyelamatan Kukang

Pelepasliaran Kukang

Informasi

Call Center BKSDA

Daftar Satwa Dilindungi

Bantu Kukang

Donasi

Merchandise

Penyelamat Kukang

FAQ

Facebook Twitter Youtube Instagram